Saya ingat sekali, dulu ketika odit, rekan saya di the jakarta post, menaruh post-it “Doing it for the kids” berwarna kuning di meja kerjanya. Katanya itu semacam penyemangat buat pekerjaan yang dilakukannya, pengingat buat dirinya bahwa ketika menulis sebuah artikel, dia melakukannya untuk masa depan yang lebih baik buat bangsa dan anak-cucu kita.
Iyaah..waktu pertama kali masuk dalam profesi jurnalistik, saya juga membagi semangat yang sama dengan odit. Perasaan penuh dan semangat selalu mengisi hari-hari menyadari bahwa ada misi besar yang kita emban. terasa sangat heroik, menantang dan seruuuu.
Tapi sudah lebih dari tiga tahun, saya menghamba di desk ekonomi..perlahan namun pasti semangat itu pupus, gairah besar yang saya biasa rasakan menguap.
Bagaimana tidak? saya tiap hari harus berurusan dengan angka-angka dan statistik tak berjiwa yang ironisnya dari dulu pun saya tidak begitu suka dengan matematika. Saya berkutat dengan transaksi jutaan dollar amerika, dengan kinerja-kinerja perusahaan, rencana akusisi dan masih banyak lainnya. Dan menulis buat orang-orang berdasi yang hidupnya enak dan bergaji puluhan juta sebulan rasanya kurang heroik, mereka tidak butuh dicerahkan, mereka tidak butuh diselamatkan.
Ditengah-tengah kepenatan, sebuah tawaran manis datang dari editor di desk investasi. Ketika saya sedang pusing menulis artikel tentang aksi korporasi sebuah perusahaan, editor itu datang, duduk dan menawarkan saya untuk bergabung ke desknya.
Huaaah mau teriak rasanya, tapi saya memutuskan untuk tetap jaim hahahaha. Meskipun hanya sebulan, saya berharap bisa kembali menangkap semangat yang dulu saya pernah rasakan.
Dan penugasan pertama adalah meliput imigran Sri Lanka di pelabuhan Merak, Banten yang mengharuskan saya untuk pergi kesana langsung. Iyaaah, pengalaman berangkat subuh ke stasiun kota, dan kemudian beralih haluan ke terminal bis tanjung priuk sendirian karena perjalanan kereta terlalu lama mengingatkan saya pada sensasi-sensasi itu, deg-degan yang luar biasa plus bingung karena saya tidak tahu apa yang terjadi di lapangan tapi rasa kepuasan yang tiada tara begitu saya menemukan keajaiban-keajaiban yang terjadi yang memungkinkan saya mendapatkan berita.
Yeeeeaaah, I’m doing it for the kids!!!!
Entries (RSS)
ika krismantari : on assignment.
terimakasih buat dukungannya yaah sayaang…
muaaaaah…