Archive for September, 2009

Tidak terasa sudah empat bulan taman belajar rumahsenyumpagi berjalan, perasaan masih jelas dimata saat-saat dimana aku mempersiapkan semuanya: menghubungi orang-orang, meminta ijin, menyiapkan alat-alat dan menyusun kurikulum.

uuh, yang terakhir itu yang sempat bikin pusing, karena aku memang tidak tahu bagaimana membuat panduan mengajar dan memilih tema pelajaran. sampai sekarang aku pun masih bingung, selalu mencari ide-ide bahan ajaran dengan berdiskusi dengan teman-teman atau melihat you tube (yeaaah, teknologi memang penolong utama buat bu guru pemula)

Tapi lama-kelamaan aku sadar, bahwa kurikulum bukanlah hal yang terpenting, masih banyak hal yang bisa diajarkan kepada anak-anak yang tersandera pelajaran sekolah dan dogma guru yang konvensional yang hanya fokus pada text book dan nilai bagus.

Iyah, aku menginginkan hal lain..

aku mau murid-muridku berani, bukan hanya menjawab pertanyaan, tapi juga berani bicara, berani berpendapat , berani mengatakan tidak setuju dalam sebuah diskusi dan memberikan argumentasi di depan umum. Iyah, aku ingin mereka berinisiatif, tidak hanya mendengar dan melaksanakan apa guru suruh. Bahkan terkadang aku ingin mereka mandiri, bisa menentukan apa yang mereka ingin pelajari sendiri

Tapi memang tugas berat bagiku, ketika aku harus berhadapan dengan anak-anak yang sebagian waktunya dihabiskan di sekolah, yang memaksa mereka hanya duduk-diam-dengar, menuruti apa kemauan guru yang memberikan mereka kesempatan untuk memilih, yang menuntut mereka untuk terus terus dan terus belajar, hanya untuk satu tujuan: nilai yang bagus dan rangking yang menyenangkan hati orang tua.

memang bukan hal yang mudah, aku ingat pertama kali aku memulai kelas itu tepat di tanggal 2 Mei, aku melihat murid-muridku malu menjawab dan berpendapat sehingga sering waktu kelas jadi hening hanya terdengar suaraku saja yang mendominasi suasana.

Tapi untunglah, sekarang mereka sudah mulai berani. Bahkan ada seorang muridku yang bernama Cici, gadis lincah yang baru kelas satu yang mengingatkan ku pada Dora di televisi, yang hobi nya selalu mengacungkan tangannya setiap kali aku bertanya didepan kelas, meskipun dia terkadang tidak tahu jawabannya dan hanya menjawab “Auk,” hahhahaha, she really made my day.

Senang bukan kepalang waktu anak-anakku mulai berani bicara satu-satu di depan kelas, membuat presentasi di depan kelas, dan lambat laun mereka bisa diajak berdiskusi untuk menentukan sesuatu di dalam kelasku. Sewaktu acara buka puasa kemarin, mereka sendiri yang menentukan menu-menunya dan kapan acaranya.

Aku senang melihat perkembangan itu menyadari bagaimana mereka sering kali menceritakan guru mereka yang galak yang membuat mereka sangat takut bertanya dan menuntut mereka hanya untuk belajar, belajar dan belajar.

Dengan dogma seperti itu tak heran jika suatu ketika ada murid-muridku meminta untuk ada ujian…hahahha, ironis sekali, karena aku, bu guru ini gak ada sama sekali kepikiran untuk memberi mereka ujian…setelah sempat kelimpungan membuat soal-soal, ujian pun terlaksana dengan sebagian besar muridku nyontek temanku (aku sama sekali tidak pernah melarang nyontek itu adalah konsep kerjasama yang penting untuk diterapkan dikelas dimana saja hihihi) dan pada akhirnya aku memberikan jawaban-jawabannya…pokoknya di penghujung kelas, aku sadar, kelasku ga butuh ujian.

Tapi proses yang paling menggairahkan buatku pribadi adalah kesempatan buatku untuk belajar banyak. Tak sadar, aku pun masih tak rela menyerahkan otoritas kelas ke tangan mereka. Aku pusing ketika mereka suatu ketika tidak setuju dengan caraku mengatur sebuah permainan di kelas. Fiiuh, rasanya gondok bangeeet..hahhaa, tapi selepas sekolah usai, setelah berdialog dengan kelik, dia menyadarkanku bahwa itu kan sebenarnya yang aku inginkan, membuat mereka berani dan mengatakan tidak didepan kelas. Iyah, aku harus benar-benar belajar memahami bagaimana anak-anak memiliki kebebasan berkehendak dan menentukan apa yang mereka suka. Fiuuuh

Aku pun harus banyak belajar, sebagai mantan anak berprestasi di sekolah dulu, bahwa nilai-nilai, rangking-rangking bukan lah tujuan utama bersekolah, bahwa ada banyak hal lainnya…banyak sekali.

dan aku belajar bersama-sama dengan muridku untuk bisa memahami itu tentu saja dengan cara-cara yang menyenangkan..hihihihi.

nb: tulisan ini kutujukan buat virtri, irene, ima, priska, ary, firman dan esha teman-teman yang menyumbangkan pikiran dan  meluangkan waktu belajar di taman belajar rumahsenyumpagi.

Comments 3 Comments »