Semalam sebelum aku pulang dari Bangkok, badanku merasa tidak enak, mulai demam dan tenggorokan sakit…

Aku pikir hanya kecapaian..tapi esoknya ketika harus pulang ke jakarta, sakitnya malah tambah parah…duh, kuharap bukan flu H1N1 yang memang sedang nge trend ini..semoga ooh semoga…

dan sesampainya dirumah aku langsung ambruk, demamku tidak turun-turun dan sakit tenggorokan makin menjadi…tapi aku masih enggan untuk ke dokter, masih berharap jurus sakti “makan banyak dan tidur yang cukup” mampu mengatasinya.

dan tidak, pagi jam lima kami pun berangkat ke rumah sakit Fatmawati, aku memilih disana karena kalo emang ada indikasi gejala virus H1N1 bisa ditangani dengan sigap oleh mereka (pemerintah), meski kelik sebenarnya enggan

dan yah, kelik memang benar, aku harus menunggu 4 jam untuk mengetahui hasilnya, itu juga setelah beberapa kali tanya, dokter jaga pertama bilang hanya butuh waktu 15 menit, lalu mbak petugas pertama mengatakan perlu waktu 1 jam, lalu mas petugas kedua bilang butuh waktu sekitar 2 jam-an dan hingga dokter jaga kedua bilang 1.5 jam aan

Aaaaarrrgh, aku mau marah tapi badan lemas sambil bertanya-tanya, kalo aku beneran kena flu H1N1, sudah berapa orang yang tertular, karena aku harus menunggu di ruang tunggu berjam-jam di tempat dengan begitu banyak orang. Sigh*

dan tidak hanya aku, banyak pasien menghadapi nasib yang sama, menunggung ketidakpastian hasil lab…

dan nampaknya tidak ada inisiatif dari para petugas untuk memberi penjelasan untuk melayani para pasien yang menunggu kelemasan, mereka tidak peduli bahwa kami sekaraaaaat butuh pertolongan..

aku sempat bertengkar dengan petugas rumah sakit yang enggan menunjukkan toilet yang bersih, karena toilet yang ada sedang direnovasi dan kotor sekali, dan aku bilang aku tidak mau kesana.

Lalu mbaknya itu menjawab, “yang ada hanya itu mba, yang lainnya buat perawat,”

wiiih, rasanya pengin saya tonjoook tuh orang,

lalu dengan tenang dan mengambil nafas paaaaanjaaaaang dan leeeeebaaar, saya bilang,” saya pasien disini, saya berhak mendapat pelayanan yang baik,”

dan mbaknya berkata,”yah udah tanya ajah sama perawatnya boleh atau tidaak,”

MONYEEEEEEEET!!!!!

fiuuh, saya pun nekat masuk ruang perawat dan mendapatkan apa yang saya harapkan, meskipun itu sebenarnya tempat pembersihan mayat

setelah itu, saya pun berinisitaif  berkeliling dan mendapatkan ternyata ada kamar mandi di lantai 2..

fiuh mungkin itu kuncinya, inisiatif dan kreatif dan sadar akan hak kita untuk sebagai pasien yang layak diperlakukan dengan baik…

saya selalu mendorong keliek untuk selalu menanyakan hasil lab-nya sudah atau belum..

saya berinisiatif mencari tempat tidur untuk merebahkan diri, karena lama-lama tidak kuat juga..yang kemudian langkah ini juga diikuti oleh pasien lainnya yang juga kelelahan menunggu hasil lab yang tak kunjung tiba

saya berinisiatif menyuruh keliek untuk menanyakan kasir tentang tagihan kami yang ingin segera dibayar, karena nampaknya dia begitu asik dengan entah pekerjaan apa…

Murah memang murah hanya 102.500 ribu rupiah, tapi pelayanannya bikin makan atiii

fiuuh, dan meski dokter bilang aku tidak ada gejala, aku jadi bertanya-tanya…jangan-jangan sampel darahku tertukar…

Semoga tidak…semoga!

4 Responses to “Jangan pernah ke RS pemerintah, Jangan!!!”
  1. baguslah sempat mengalami berobat ke rs pemerintah. Sama seperti yg dialami oleh ibuku. Awalnya karena mendapatkan fasilitas askes, berinisiatif cek jantung dan lain2 di RS pemerintah di jogja dekat kampus loe. Eh, lha karena nunggu seharian full gak kelar2, malah dapat penyakit tambahan….tensi tinggi! apalagi dokternya dengan cuek bilang:”Ibu harus minum obat dan cek seumur hidup!!!! Kalau tidak mau, saya gak mau tanggung apa yg akan terjadi!!!” Setan nih dokter.

  2. senyumpagi says:

    huahahahahah….mba dewi, pasti muka dokternya innocent gitu kaan, yang pengin marah kita juga ga tega..hihihihi, aku soalnya kayak gitu…

  3. Semakin bingung saja berobat… Kalau di rs swasta mahal belum lagi kalau yang dikatakan Bu Prita benar tentang eksperimen itu… Kalau di rs pemerintah ya seperti di tulisan ini, kalau di ponari!? :-)

  4. mmm, berdoa ajah bersama-sama yuuuuk charis..hihihihi

Leave a Reply