Akhirnya aku memutuskan memilih…

setelah sebelumnya ragu-ragu untuk memilih karena kesinisanku terhadap calon-calon yang ada, belum lagi rasa malas yang seringkali mengintip, menyangsikan kemampuanku bangun pagi di hari pemungutan suara…

tapi aku tidak lupa janjiku, aku sudah berikhtiar bahwa aku akan ikut menyentang (aku suka bingung dengan kata contreng, jelek sekali kedengarannya, yang benar centang bukan?) kalau Prabowo jadi salah satu kandidat di pemilihan umum.

Iyah, aku akan berkorban untuk bangun pagi, pergi ke TPS dan memilih siapapun yang bukan Prabowo… Iyah, aku tidak bisa lupa akibat perbuatannya terhadap rakyat di negara bagian timur waktu dirinya berkuasa…

Semenjak itu aku sebisa mungkin meluangkan diri untuk mempelajari semua program, visi dan misi dari para calon presiden dan wakil presiden. Aku pun memaksa diriku untuk nonton debat calon presiden yang terakhir, aku merelakan diriku pulang rada malam, untuk bisa menonton TV di kantor (iyah dirumahku belum ada TV), tapi untung sekali abang taksi yang mengantarku pulang tak keberatan menyetel program radio yang menyiarkan secara langsung debat presiden putaran akhir itu, sehingga aku tidak terlalu malam pulang dari kantor.

Dari siaran itu, pilihanku mengerucut pada SBY dan JK…dan tentu saja tidak untuk Mega… Selama ini aku kepikiran untuk memilih SBY, sebab dia katanya sih terbaik dari yang terburuk…mmm…

Tapi acara debat malam membuka mataku terhadap satu pilihan lain, JK, aku suka dengan caranya berbicara, lugas dan langsung pada pokok permasalahan… tapi yang membuatku terkesiap adalah jawabannya ketika ditanya, apa yang akan dia lakukan kalau tidak terpilih jadi presiden: sementara yang lain menjawab dengan jaim, JK pun dengan santainya menjawab: saya akan pulang kampung, mengurus mesjid dan pendidikan…

I begin to like that guy at that instant moment…

tapi waktu itu, hatiku masih tertuju pada SBY karena kupikir mungkin bukan sekarang waktunya JK, mungkin rakyat Sulawesi lebih membutuhkannya daripada rakyat Indonesia…

Mendekati hari H, aku pun lebih banyak berdiskusi dengan banyak orang, menanyakan apa yang mereka pilih dan kenapa? Seperti layaknya dalam setiap mengambil keputusan, aku selalu menghitung-hitung setiap hal yang kuputuskan dan memperkirakan apa konsekuensi yang bakal terbit…

Mega: aaah, aku heran kenapa ini orang pede banget jadi calon presiden, mungkin harus ada persyaratan mengenai tes IQ dulu sebelum mencalonkan diri jadi presiden…dan mengenai pencalonannya dengan prabowo yang kontroversial itu juga diwarnai dengan deal-deal yang pada intinya toh mega sendiri yang rugi, karena posisi kementrian strategis bidang perekonomian akan diserahkan ke prabowo…waduuuh

SBY: aku sebenarnya tidak suka dengan orang ini, peragu dan lamban dalam mengambil keputusan..jaim nya setengah mampus, tapi dia terbukti mampu membangun ekonomi kita, korupsi pun diberantas habis dalam kepemimpinannya, bahkan besannya sendiri dimaksudkan penjara karena terlibat korupsi di Bank Indonesia..

JK: yang aku tidak suka darinya adalah jiwa bisnisnya yang bisa saja kemudian dicampur adukkan dengan kekuasaannya, tapi dialah sebenarnya yang menutupi kelambatan SBY, dia yang menginisiasi perdamaian di Aceh, belum lagi program-program ekonomi pemerintah, seperti program konversi LPG, listrik 10,000 MW, dan dialah yang pertama kali menggagas rencana untuk menego ulang kontrak gas ke Cina yang dianggap terlalu murah

lalu berkat obrolan-obrolan dan diskusi dari teman wartawan yang lain, aku tahu bahwa

SBY: kata seorang teman, beliau punya agenda besar untuk menempatkan orang-orang kekuasaannya di tempat-tempat strategis..sri mulyani, yang selama ini vokal akan di”buang”nya ke Bank Indonesia, untuk menggenapkan kekuasaan SBY di lembaga-lembaga strategis pemerintah dan badan usaha milik pemerintah. Apa jadinya lima tahun mendatang, ketika SBY begitu berkuasanya, bahkan parlemen sekarang sudah dikuasai Demokrat. Belum lagi komitmennya dalam memberantas korupsi kembali dipertanyakan, ketika dia mengeluarkan statement ttg KPK yang dinilainya terlalu kuat, dan terbuat UU tipikor belum juga disahkan, kalau sampai akhir tahun belum juga disahkan, apa yang terjadi nantinya? kasus-kasus korupsi akan diserahkan ke pengadilan umum yang tidak kalah korup nya..amit-amit

Pemerintahannya juga mengesahkan UU Badan Hukum Pendidikan yang menjadikan universitas negeri sebagai badan komersil..duuuh, apa jadinya anakku yang besok mau kuliah…

Ketakutanku yang lebih adalah dalam hal penjaminan atas hak-hak beragama. Dikebaktian minggu, pendetaku memperingatkan bahwa ada salah satu calon yang akan mengusulkan UU yang pada intinya akan membuat masyarakat non-muslim untuk lebih sulit berekspresi..tapi pendetaku tidak memberikan nama. setelah berdiskusi temanku yang liputan pemilu, jarinya menunjuk pada capres no. 2…mungkin benar juga, karena dibawah pemerintahannya keluar UU anti pornografi, belum lagi kesewenang-wenangan pemerintah dalam menghadapi kasus Ahmadiyah, lalu FPI dan grup islam fanatik juga tumbuh subur di bawah pemerintahan SBY…

Mega : kata temanku juga, dialah anti tesa dari SBY..tapi aku tidak mau berkomentar banyak aaah, sudah tidak berselera dengan adanya Prabowo di paket kandidat ini, itu sudah menjadikannya negatif tak terhingga

JK: Orang bilang kelemahannya ada di Wiranto. banyak yang mengidentikkannya dengan prabowo, orang yang memiliki dosa masa lalu. tapi kemudian temanku mengingatkan bahwa waktu itu baik Prabowo dan Wiranto berada dibawah struktur komando, jadi tidak adil untuk kemudian mengidentikan perbuatan masa lalu itu dengan kepribadian mereka berdua…yeah mungkin juga,

Tapi akhirnya 13 jam sebelum memilih aku memutuskan untuk menyentang, setelah sebelumnya diberitahu oleh keliek bahwa pak RT mengundangku ke TPS meski dengan nama ibu Ika Kelly…

Menyentang siapa?

Aku putuskan JK…karena satu hal, toh kalo JK terpilih, ada kekuasaan parlemen (yang mayoritas dikuasai oleh Demokrat) untuk mengontrol kebijakan-kebijakannya atau wiranto…

malam harinya, aku membawa diskusi ini ke tempat tidur, aku berbicara dengan keliek..tentu saja ga serius-serius amat dan toh akhirnya kami berbeda, dia memilih SBY dan aku JK… besok paginya, bangun tidur, cuci muka, dan  tak lupa memakai  BH..ga usah pake mandi..aku berangkat ke TPS 10 bersama keliek ga sampe lima menit kami di TPS, dan langsung pulang sambil bergandengan tangan meski kami menyentang kandidat yang berbeda…aaaah indahnya demokrasi ini…

PS: Selamat buat pak SBY yang kemungkinan besar menang, semoga ketakutan-ketakutan saya yang diatas ga benar yaah pak dan pak JK, selamat pulang kampung, bangunlah negeri dari sana, saya tunggu lima tahun lagi..dan ehm ehm pesan saya, besok pasangannya jangan yang itu lagi yah pak… Bu Mega, mmm, no. comment deeeh…

2 Responses to “Aku memilih…”
  1. Wah, selamat mbak, akhirnya nyentang (aku juga lebih suka kata ini ini) juga, hayu malah golput lagi, huehehehe

  2. terimakasih Hayu..senang bisa memilih seperti ini, bener-bener berpikir dan menimbang-nimbang…
    ga seperti pemilihan kemarin, milih SBY kok karena ganteng hahahahaha
    ga lagi-lagi deeeh
    ayo, coba deeh..merasakan sensasi bahwa kamu punya kekuasaan untuk menentukan siapa yang berkuasa..meski hanya kurang dari lima menit

Leave a Reply