Archive for July, 2009
Selamaat, kalian berhasil melakukannya lagi kali ini…
wuah, bukan main senangnya kalian yah, kalian sukses menjalankan misi kalian.
tersenyum lebarkah kaliankah disana, ditemani 72 perawan-perawan di surga langit ke tujuh (hahahha, jika benar kau disana dan jika memang tempat itu ada…)
Yaah…terlepas dari duka yang kembali menyayat hati kami, saya dari lubuk hati yang terdalam mengucapkan selamat buat prestasi kalian…
mungkin ini cambuk buat kami dan buat negara ini untuk tidak tidak terlena dengan keadaan. kami harus selalu siap sedia, cekatan dalam menghadapi serangan-serangan yang akan datang. Bom kali ini kembali menjadi pengingat bagi kami, bahwa kalian masih ada dan selalu ada disana, mengintai momen-momen lemah kami dan mempergunakannya, sebagai kesempatan untuk bisa naik kesurga dan bertemu 72 perawan (dan lagi, jika tempat itu memang ada…)
Tapi satu hal,ada satu pertanyaan mengganggu benakku..
mengapa dari serangkaian serangan bom yang pernah ada di Indonesia, tidak ada satu pun dari kalian yang mengklaim bahwa itu perbuatan kalian, tidak ada yang berani (saya ulangi BERANI) mengaku bahwa kalian yang melakukan.
Apakah kalian pengecut?
apakah kami berhadapan dengan teroris-teroris mental teri?
LIhatlah rekan-rekan sejawat teroris di belahan dunia lain, yang selalu berani menyiarkan kedunia, bahwa merekalah otak dibalik di peristiwa pemboman atau serangan-serangan teroris. Dengan klaim itu, mereka kemudian mengumumkan tuntutan-tuntutan yang mereka ajukan, dan dunia tahu apa yang mereka inginkan.
Lalu kalian? sampai sekarang belum jelas apa yang sebenarnya kalian inginkan. Kalo kalian ingin membuat kami menangis? kalau kalau ingin membuat kami berdarah? atau membuat kami marah? kalau kalian ingin membunuh kami? Selamat kalian berhasil melakukannya
Tapi serangan apapun, tetap tidak akan membuat kami gentar atau takut dan mundur. Tidak sejengkal pun.
Nah, daripada membiarkan kami bertanya-tanya, dan membuka kesempatan bagi orang untuk meng-klaim bahwa serangan ini ditujukan oleh dia (hahahha GR sekali bapak kita itu), kenapa tidak mengaku dan mengatakan apa yang sebenarnya kalian inginkan? Bukannya lebih efektif, tuan?
satu lagi, selain jangan jadi pengecut, jangan lah jadi munafik…
kalian yang selalu menghujat budaya barat dan semua yang ala Amerika…janganlah kalian kemudian menginap di hotel berbintang lima, tidur disana, menikmati fasilitas hotel yang berasal dari tempat yang selalu kalian nista, berpakaian sama seperti orang kalian hujat, bahkan mungkin makan makanan yang sama.
ooo please….aku sendiri malu jika aku takut dengan teroris macam ini…
2 Comments »
Semalam sebelum aku pulang dari Bangkok, badanku merasa tidak enak, mulai demam dan tenggorokan sakit…
Aku pikir hanya kecapaian..tapi esoknya ketika harus pulang ke jakarta, sakitnya malah tambah parah…duh, kuharap bukan flu H1N1 yang memang sedang nge trend ini..semoga ooh semoga…
dan sesampainya dirumah aku langsung ambruk, demamku tidak turun-turun dan sakit tenggorokan makin menjadi…tapi aku masih enggan untuk ke dokter, masih berharap jurus sakti “makan banyak dan tidur yang cukup” mampu mengatasinya.
dan tidak, pagi jam lima kami pun berangkat ke rumah sakit Fatmawati, aku memilih disana karena kalo emang ada indikasi gejala virus H1N1 bisa ditangani dengan sigap oleh mereka (pemerintah), meski kelik sebenarnya enggan
dan yah, kelik memang benar, aku harus menunggu 4 jam untuk mengetahui hasilnya, itu juga setelah beberapa kali tanya, dokter jaga pertama bilang hanya butuh waktu 15 menit, lalu mbak petugas pertama mengatakan perlu waktu 1 jam, lalu mas petugas kedua bilang butuh waktu sekitar 2 jam-an dan hingga dokter jaga kedua bilang 1.5 jam aan
Aaaaarrrgh, aku mau marah tapi badan lemas sambil bertanya-tanya, kalo aku beneran kena flu H1N1, sudah berapa orang yang tertular, karena aku harus menunggu di ruang tunggu berjam-jam di tempat dengan begitu banyak orang. Sigh*
dan tidak hanya aku, banyak pasien menghadapi nasib yang sama, menunggung ketidakpastian hasil lab…
dan nampaknya tidak ada inisiatif dari para petugas untuk memberi penjelasan untuk melayani para pasien yang menunggu kelemasan, mereka tidak peduli bahwa kami sekaraaaaat butuh pertolongan..
aku sempat bertengkar dengan petugas rumah sakit yang enggan menunjukkan toilet yang bersih, karena toilet yang ada sedang direnovasi dan kotor sekali, dan aku bilang aku tidak mau kesana.
Lalu mbaknya itu menjawab, “yang ada hanya itu mba, yang lainnya buat perawat,”
wiiih, rasanya pengin saya tonjoook tuh orang,
lalu dengan tenang dan mengambil nafas paaaaanjaaaaang dan leeeeebaaar, saya bilang,” saya pasien disini, saya berhak mendapat pelayanan yang baik,”
dan mbaknya berkata,”yah udah tanya ajah sama perawatnya boleh atau tidaak,”
MONYEEEEEEEET!!!!!
fiuuh, saya pun nekat masuk ruang perawat dan mendapatkan apa yang saya harapkan, meskipun itu sebenarnya tempat pembersihan mayat
setelah itu, saya pun berinisitaif berkeliling dan mendapatkan ternyata ada kamar mandi di lantai 2..
fiuh mungkin itu kuncinya, inisiatif dan kreatif dan sadar akan hak kita untuk sebagai pasien yang layak diperlakukan dengan baik…
saya selalu mendorong keliek untuk selalu menanyakan hasil lab-nya sudah atau belum..
saya berinisiatif mencari tempat tidur untuk merebahkan diri, karena lama-lama tidak kuat juga..yang kemudian langkah ini juga diikuti oleh pasien lainnya yang juga kelelahan menunggu hasil lab yang tak kunjung tiba
saya berinisiatif menyuruh keliek untuk menanyakan kasir tentang tagihan kami yang ingin segera dibayar, karena nampaknya dia begitu asik dengan entah pekerjaan apa…
Murah memang murah hanya 102.500 ribu rupiah, tapi pelayanannya bikin makan atiii
fiuuh, dan meski dokter bilang aku tidak ada gejala, aku jadi bertanya-tanya…jangan-jangan sampel darahku tertukar…
Semoga tidak…semoga!
4 Comments »
Akhir dapat kesempatan untuk jalan-jalan lagi eeehm maksud saya meliput ke luar negri lagi..
Tujuan saya adalah ibukota Thailand, Bangkok..saya dikirim kesana untuk mengikuti Thailand Rice Convention selama dua hari (bayangpuun, ketika berangkat saya masih bingung apa yang saya harus tulis…hihihihi).
Meskipun saya berangkat minggu siang dan pulang rabu subuh, saya amat sangat pesimis untuk bisa berjalan-jalan ke tempat wisata-wisata yang ada di kota Bangkok karena acara yang begitu padat.
Bayangkan minggu sore saya tiba, dan langsung disuruh ke acara makan malam (padahal berharap sekali bisa jalan-jalan waktu itu) lalu senin dan selasa waktu penuh untuk seminar, bahkan selasanya ada acara berkunjung ke daerah pedesaan di pinggiran Bangkok yang butuh waktu hingga malam..dan Rabu subuhnya harus bertolak ke Jakarta
Lalu kapan jalan-jalannya karena saya tahu candi candi disana hanya buka sampai sore…
Untung saya punya rekan asik wartawan Kompas Mas Hermas yang tidak keberatan menjadikan acara jalan-jalan ini sebagai sebuah agenda penting di kunjungan kami kali ini. Kami dulu pernah pergi bersama ke Shanghai tahun 2007.
Tapi memang mustahil melakukannya..minggu dan senin, praktis kami tidak bisa kemana-mana, bahkan kami harus wawancara pejabat indonesia hingga selasa dinihari..capeeek, tapi hasilnya aku bisa menulis dua artikel selama aku disana (terimakasih juga buat mas Hermas untuk menjadi tutor singkat yang mengajariku masalah perberasan)
Tinggallah hari Selasa..mmm
akhirnya aku putuskan untuk tidak mengikuti kunjungan ke daerah pedesaan. Aku tanya panitia, untung saja boleh yipppiii…masalahnya mas Hermas yang wartawan pertanian itu mengganggap kunjungan ini penting…tapi untung saja (lagi) dia setuju kuajak kabuur…hiihihii…
Jadilah kami ngelayaap di siang sore itu. Setelah mengecek google maps, aku mendapatkan rute yang ideal. Wat Arun lalu ke Grand Palace dan ke night market…
Dalam waktu kurang ebih 5 jam itu, aku mendapatkan kesan bahwa Bangkok hampir sama dengan Jakarta, suasananya, lalu lintasnya, muka-muka orangnya, moda transportasinya…tapi saya merasa Bangkok lebih baik (iyaah rumput tetangga selalu lebih hijau)
Tapi emang iyah..
pertama kota ini berhasil menjadikan sungai sebagai alternatif jalur transportasi dalam kota. Setiap saya pergi dari hotel, saya selalu lewat sungai Chao Prya untuk sampai ketempat lain, dan itu memang menghemat banyak waktu ketimbang lewat jalan darat..
dan di Bangkok kamu tidak akan kesulitan mengajak teman-teman mu dari negara lain untuk jalan-jalan, karena disini begitu banyak tempat-tempat menarik khas Thailand. Tidak seperti di Jakarta, yang membuat saya selalu bingung kalo kedatangan teman-teman bule. Karena disini tidak ada candi atau patung, yang ada hanya mall.
Tapi yang membuat saya suka Bangkok adalah disini wacana gender seperti dibuat mainan …(saya selalu berpikir bahwa debat tentang gender terlalu dilebih-lebihkan, tentang siapa yang kalah dan siapa yang menang, dan tidak pernah selesai…Sigh!) karena banyak sekali cewek yang jadi cowok dan sebaliknya..Seruuuuuu!
Satu lagi, saya menemukan toko buku murah di Khao San Road…buku-buku bagus bekas dan murahnya amit-amit jabang bayi..saya dapat novelnya John Steickbeck Of Mice and Men hanya 30 ribu rupiah, lalu buku Ernest Hemingway the old man and the sea 45 ribu rupiah..dan saya menemukan buku Douglas Adams yang selalu diincar Kelik..
dan begitu banyak orang baik disana (iyah percayalah pada mantra “banyak orang baik didunia ini” ketika anda berkunjung ke tempat asing, karena itu sangat membantu. Suwer deeh), meski kami sempat dibawa berkeliling oleh supir tuk tuk yang memaksa kami mengungjungi tempat penjualan perhiasan, karena ternyata dia punya deal dengan penjual perhiasan bahwa ketika dia berhasil membawa pengungjung ke sana, dia akan diberi voucher bensin gratis..Kesal? tidak juga karena si supir mengakui semua itu kepada kami, dan tarifnya pun cukup murah, hanya 20 bath. dibanding taksi yang menawarkan hingga 200 bath…dan akhirnya kami pun memberi tips kepada supir tuk tuk itu..
Dan jangan ragu untuk menyebut bahwa kalian adalah orang Indonesia, entah kenapa penjual nampak senang melayani pelanggan dari Indonesia…
2 Comments »
Akhirnya aku memutuskan memilih…
setelah sebelumnya ragu-ragu untuk memilih karena kesinisanku terhadap calon-calon yang ada, belum lagi rasa malas yang seringkali mengintip, menyangsikan kemampuanku bangun pagi di hari pemungutan suara…
tapi aku tidak lupa janjiku, aku sudah berikhtiar bahwa aku akan ikut menyentang (aku suka bingung dengan kata contreng, jelek sekali kedengarannya, yang benar centang bukan?) kalau Prabowo jadi salah satu kandidat di pemilihan umum.
Iyah, aku akan berkorban untuk bangun pagi, pergi ke TPS dan memilih siapapun yang bukan Prabowo… Iyah, aku tidak bisa lupa akibat perbuatannya terhadap rakyat di negara bagian timur waktu dirinya berkuasa…
Semenjak itu aku sebisa mungkin meluangkan diri untuk mempelajari semua program, visi dan misi dari para calon presiden dan wakil presiden. Aku pun memaksa diriku untuk nonton debat calon presiden yang terakhir, aku merelakan diriku pulang rada malam, untuk bisa menonton TV di kantor (iyah dirumahku belum ada TV), tapi untung sekali abang taksi yang mengantarku pulang tak keberatan menyetel program radio yang menyiarkan secara langsung debat presiden putaran akhir itu, sehingga aku tidak terlalu malam pulang dari kantor.
Dari siaran itu, pilihanku mengerucut pada SBY dan JK…dan tentu saja tidak untuk Mega… Selama ini aku kepikiran untuk memilih SBY, sebab dia katanya sih terbaik dari yang terburuk…mmm…
Tapi acara debat malam membuka mataku terhadap satu pilihan lain, JK, aku suka dengan caranya berbicara, lugas dan langsung pada pokok permasalahan… tapi yang membuatku terkesiap adalah jawabannya ketika ditanya, apa yang akan dia lakukan kalau tidak terpilih jadi presiden: sementara yang lain menjawab dengan jaim, JK pun dengan santainya menjawab: saya akan pulang kampung, mengurus mesjid dan pendidikan…
I begin to like that guy at that instant moment…
tapi waktu itu, hatiku masih tertuju pada SBY karena kupikir mungkin bukan sekarang waktunya JK, mungkin rakyat Sulawesi lebih membutuhkannya daripada rakyat Indonesia…
Mendekati hari H, aku pun lebih banyak berdiskusi dengan banyak orang, menanyakan apa yang mereka pilih dan kenapa? Seperti layaknya dalam setiap mengambil keputusan, aku selalu menghitung-hitung setiap hal yang kuputuskan dan memperkirakan apa konsekuensi yang bakal terbit…
Mega: aaah, aku heran kenapa ini orang pede banget jadi calon presiden, mungkin harus ada persyaratan mengenai tes IQ dulu sebelum mencalonkan diri jadi presiden…dan mengenai pencalonannya dengan prabowo yang kontroversial itu juga diwarnai dengan deal-deal yang pada intinya toh mega sendiri yang rugi, karena posisi kementrian strategis bidang perekonomian akan diserahkan ke prabowo…waduuuh
SBY: aku sebenarnya tidak suka dengan orang ini, peragu dan lamban dalam mengambil keputusan..jaim nya setengah mampus, tapi dia terbukti mampu membangun ekonomi kita, korupsi pun diberantas habis dalam kepemimpinannya, bahkan besannya sendiri dimaksudkan penjara karena terlibat korupsi di Bank Indonesia..
JK: yang aku tidak suka darinya adalah jiwa bisnisnya yang bisa saja kemudian dicampur adukkan dengan kekuasaannya, tapi dialah sebenarnya yang menutupi kelambatan SBY, dia yang menginisiasi perdamaian di Aceh, belum lagi program-program ekonomi pemerintah, seperti program konversi LPG, listrik 10,000 MW, dan dialah yang pertama kali menggagas rencana untuk menego ulang kontrak gas ke Cina yang dianggap terlalu murah
lalu berkat obrolan-obrolan dan diskusi dari teman wartawan yang lain, aku tahu bahwa
SBY: kata seorang teman, beliau punya agenda besar untuk menempatkan orang-orang kekuasaannya di tempat-tempat strategis..sri mulyani, yang selama ini vokal akan di”buang”nya ke Bank Indonesia, untuk menggenapkan kekuasaan SBY di lembaga-lembaga strategis pemerintah dan badan usaha milik pemerintah. Apa jadinya lima tahun mendatang, ketika SBY begitu berkuasanya, bahkan parlemen sekarang sudah dikuasai Demokrat. Belum lagi komitmennya dalam memberantas korupsi kembali dipertanyakan, ketika dia mengeluarkan statement ttg KPK yang dinilainya terlalu kuat, dan terbuat UU tipikor belum juga disahkan, kalau sampai akhir tahun belum juga disahkan, apa yang terjadi nantinya? kasus-kasus korupsi akan diserahkan ke pengadilan umum yang tidak kalah korup nya..amit-amit
Pemerintahannya juga mengesahkan UU Badan Hukum Pendidikan yang menjadikan universitas negeri sebagai badan komersil..duuuh, apa jadinya anakku yang besok mau kuliah…
Ketakutanku yang lebih adalah dalam hal penjaminan atas hak-hak beragama. Dikebaktian minggu, pendetaku memperingatkan bahwa ada salah satu calon yang akan mengusulkan UU yang pada intinya akan membuat masyarakat non-muslim untuk lebih sulit berekspresi..tapi pendetaku tidak memberikan nama. setelah berdiskusi temanku yang liputan pemilu, jarinya menunjuk pada capres no. 2…mungkin benar juga, karena dibawah pemerintahannya keluar UU anti pornografi, belum lagi kesewenang-wenangan pemerintah dalam menghadapi kasus Ahmadiyah, lalu FPI dan grup islam fanatik juga tumbuh subur di bawah pemerintahan SBY…
Mega : kata temanku juga, dialah anti tesa dari SBY..tapi aku tidak mau berkomentar banyak aaah, sudah tidak berselera dengan adanya Prabowo di paket kandidat ini, itu sudah menjadikannya negatif tak terhingga
JK: Orang bilang kelemahannya ada di Wiranto. banyak yang mengidentikkannya dengan prabowo, orang yang memiliki dosa masa lalu. tapi kemudian temanku mengingatkan bahwa waktu itu baik Prabowo dan Wiranto berada dibawah struktur komando, jadi tidak adil untuk kemudian mengidentikan perbuatan masa lalu itu dengan kepribadian mereka berdua…yeah mungkin juga,
Tapi akhirnya 13 jam sebelum memilih aku memutuskan untuk menyentang, setelah sebelumnya diberitahu oleh keliek bahwa pak RT mengundangku ke TPS meski dengan nama ibu Ika Kelly…
Menyentang siapa?
Aku putuskan JK…karena satu hal, toh kalo JK terpilih, ada kekuasaan parlemen (yang mayoritas dikuasai oleh Demokrat) untuk mengontrol kebijakan-kebijakannya atau wiranto…
malam harinya, aku membawa diskusi ini ke tempat tidur, aku berbicara dengan keliek..tentu saja ga serius-serius amat dan toh akhirnya kami berbeda, dia memilih SBY dan aku JK… besok paginya, bangun tidur, cuci muka, dan tak lupa memakai BH..ga usah pake mandi..aku berangkat ke TPS 10 bersama keliek ga sampe lima menit kami di TPS, dan langsung pulang sambil bergandengan tangan meski kami menyentang kandidat yang berbeda…aaaah indahnya demokrasi ini…
PS: Selamat buat pak SBY yang kemungkinan besar menang, semoga ketakutan-ketakutan saya yang diatas ga benar yaah pak dan pak JK, selamat pulang kampung, bangunlah negeri dari sana, saya tunggu lima tahun lagi..dan ehm ehm pesan saya, besok pasangannya jangan yang itu lagi yah pak… Bu Mega, mmm, no. comment deeeh…
2 Comments »
Selama ini saya selalu bangga menjadi penduduk ibukota Jakarta ini…
eehm, mungkin saya koreksi bukan penduduk, tapi orang yang bekerja di jakarta dan melewatkan hari-harinya kebanyakan dikota yang jumlah penduduknya berbeda saat pagi dan malam harinya…
saya pernah baca di sebuah artikel, saya lupa dimana…tapi pada intinya si penulis bilang bahwa ketika kamu bisa hidup di kota ini, pada dasarnya kamu bisa tinggal dimanapun…penulisnya menyejajarkan kota ini dengan New York dalam hal menantang jiwa kebertahanan hidup seorang manusia…meskipun dia juga mengakui bahwa untuk beberapa sisi, Jakarta lebih kejam dibanding New York…
Lihat saja lalu lintasnya, belum lagi banjir, atau semrawutnya angkutan umum di jalan-jalan…atau pengemis-pengemis jalanan yang hampir ada di setiap jalan protokol…mmmm, New York mungkin bukan apa-apanya.
Jadi meski miris dengan keadaaan yang ada, saya, yang memang ingin mencicipi kota-kota lain di seluruh dunia, boleh lah berbangga hati sedikit, setidaknya dari mental saya sudah mempunyai bekal yang cukup dari bekerja di ibukota raya tercinta Jakarta…
Saya sudah biasa menghadapi kemacetan, yang paling buruk sekalipun ketika mobil-mobil tidak bisa bergerak sama sekali dan terdapat antrian panjang berkilo-kilo meter..atau saya pun merasa berpengalaman menghadapi pengemis jalanan, pengamen, yang banyak orang sebut sebagai sampah jalanan…atau bahkan para pencopet, saya ingat menghardik seorang copet dalam perjalanan dari Ciledug ke Blok M. saya waktu itu hanya bilang: mas, jangan gitu ah, kasihan mbak nya…pencopet yang tertangkap basah oleh saya waktu itu hanya gelagepan dan hanya bisa tersenyum pahit..kalo diingat-ingat waktu itu, saya beruntung sekali karena saya tidak dipukul atau ditikam dengan pisau,,fiuuh..
Aaah, saya biasa juga melewati malam-malam di kota ini, pulang dini hari sendirian baik dengan taksi maupun angkutan umum..saya menikmati perjalanan-perjalanan itu karena saya bisa melihat wajah jakarta yang lain…
Saya merasa tidak ada yang bisa menghentikan saya, meraih mimpi-mimpi disini maupun di tempat lain…
Hingga kemarin, impian itu terbentur suatu kenyataan bahwa kota ini belum juga berhasil saya taklukan. Gara-gara satu hal: lubang-lubang di jalanan…
Iyah benar, saya yang merasa sudah mengenal jakarta dari sisi ramah dan sisi bengis nya takluk oleh sebuah lubang sebesar 20 cm di sebuah jembatan penyebrangan busway yang membuat satu kaki saya terperosok didalamnya.
Huaaaah, tragis benar nasib saya…sampai seminggu kaki kiri saya lebam-lebam biru ungu merah kuning…untung masih bisa berjalan..
berpikir untuk menuntut, tapi saya tahu uu pelayanan publik yang baru saja disahkan DPR belum berlaku efektif, belum lagi duit yang harus saya keluarkan untuk mengurus perkaranya..dan benar kata kelik, kalo mau menuntut pemerintah, mau kemana kita ajukan tuntutan. pertanyaan besarnya adalah: siapa pemerintah itu…
saya berusaha mencoba menangkap gambaran siapa pemerintah itu di kepala saya, tapi tidak juga saya dapatkan..bukan bapak-bapak gembul itu, bukan juga ibu-ibu berdandan medok dengan tahi lalat di dagu kan, atau bapak-bapak berpeci hitam…aaarggh siapa sih pemerintah itu?
yaah, saya pun mau tidak mau hanya bisa meratapi diri, mengelus-elus kaki saya tiap malam sambil mengoleskan thrombophob dan menerima kenyataan bahwa saya belum juga bisa menaklukanmu Jakarta yang perkasa…


ps: foto diambil setelah tiga hari jatuh sebagai kenang-kenangan buatmu tuan dan nyonya pemerintah, siapapun anda…
5 Comments »
|