Sudah hampir satu tahun enam bulan lebih 13 hari kita bersama membina mimpi-mimpi bersama, membagi hari-hari dan malam-malam berdua…selalu denganmu.
Dan kali ini aku sekarang harus sendiri selama 135 jam tanpamu…
Selasa subuh lalu, kamu meninggalkanku untuk yang kamu sebut sebagai tugas negara..
Rencananya kamu akan berada di negeri asing enam hari lamanya, dan baru akan kembali minggu ini…
Ini baru pertama kali dirimu meninggalkanku, biasanya selalu aku yang meninggalkanmu untuk yang aku sebut — tak mau kalah darimu — sebagai misi menaklukkan dunia
Meski aku tidak perlu cemas atau takut, tapi pengalaman ini membuatku deg-deg an, seperti lahir baru lagi…
Orang seringkali menganggap diriku adalah perempuan mandiri yang bisa melakukan apapun sendiri, tanpa bantuan siapapun, apalagi dari makhluk berjenis kelamin pria.
Bahkan aku pernah membayangkan diriku hidup menua sendiri, berkeliaran dan berjalan-jalan kemana-mana sendiri tanpa ada siapapun disisiku.
Pernah begitu jelas dikepalaku, aku dalam mobil hitamku berkendara pulang kerumah sendiri, tanpa siapapun menemani dan siapapun menanti di tempat tidur.
Tapi dirimu datang dan mengubah itu semua. dan aku menyadari aku tidak semandiri yang dibayangkan orang.
Kehadiranmu begitu menyamankan, mendistorsi pribadi mandiri yang ada dalam diri, membuatku begitu bergantung pada dirimu. Dan aku sadar, aku mencandumu.
Meski semua begitu terasa sempurna, aku tak pungkiri keresahan yang ada dalam diri yang diam-diam mendamba lagi kehadiran sosok mandiri itu dan merindukan daya juang pribadi tanpa bergantung pada siapapun.
Dan seperti tahu apa yang kuinginkan, dirimu pun memberikanku kesempatan untuk menjumpai sisi mandiriku lewat kepergian singkat ini.
Dan aku senang mengetahui bahwa diriku yang mandiri itu masih ada…
Seperti waktu aku berjalan sendiri dari kantorku di Palmerah untuk menjumpai seorang di Plaza Senayan. Aku merasa utuh dan penuh dalam kesendirianku itu, menyusuri jalan sambil mendengarkan lagu “I’m dancing with myself” versi Nouvelle Vague, sambil diterpa lampu-lampu mobil yang genit seliweran di jalan raya.
Atau ketika aku memutuskan untuk menonton bioskop sendiri. Banyak orang yang bilang aneh atau bahkan merasa kasihan, tapi aku senang sekali dengan ritual yang dulu sering kali kulakukan itu. Menurutku, sebuah previlige bisa menonton film di bioskop sendirian, kesempatan untuk membuat duniaku sendiri dan hanya ada aku , aku dan aku yang ada disana…
Maaf kalau aku tidak ada keluhan, rasa kangen, ungkapan rindu, rasa ingin bertemu atau rengekan minta pulang cepat, karena aku tidak ingin merusak moment-moment bersenang-senang dirimu disana, dan perlu kamu tahu aku pun sedang menikmati me-time yang luar biasa yang mengasikkan disini
Terimakasih sayang buat enam hari yang membebaskan ini…buat kesempatan untuk menjadi utuh meski tanpa dirimu disini…
dan terimakasih juga buat 1 tahun enam bulan lebih 13 hari pernikahan ini, yang menyadarkan diriku bahwa aku adalah perempuan yang bukan saja utuh tapi juga paling beruntung didunia ini karena bisa menemukanmu
dan yah, aku kangen dirimu.
Entries (RSS)