kemarin akhirnya aku memulainya…
kelasku di sore hari
“Ini kan yang dari dulu loe pengin Wil,” ucapan seorang teman mengingatkanku akan mimpi-mimpi itu di malam sebelum kelasku dimulai ..
Aaah…aku jadi semakin deg-deg an menghadapi esok…
bagaimana jika berjalan tidak sesuai yang diinginkan, bagaimana jika tidak ada yang datang..lalu papan tulis mini, spidol, penghapus dan buku-buku bacaan itu..apa yang akan terjadi dengan mereka…
Esoknya, setengah sebelum jam tiga, aku gelisah. tidak bisa tidur siang…
akhirnya aku pun memaksa diriku bangun dan berlari kedepan rumah, menyingkap semua gorden-gorden rumah, membuka jendela dan pintu dan menghambur keluar…
“Mbak, kelasnya jadi kan? setiap hari apa mba?,” seorang anak lelaki menghampiriku tiba-tiba bersama beberapa teman-temannya.
“Jadi dong, kita akan belajar setiap sabtu,” jawabku, sambil bersorak dalam hati ‘mereka sudah ada disini’
aku pun kembali masuk kerumah, mengganti kostumku dengan rok panjang berwarna orange, lalu menyiapkan buku-buku, memilah-milih materi, menulisnya dalam buku catatanku, tentang apa yang harus kuucapkan, tentang apa yang harus ditulis, tentang apa yang harus dipelajari.
Kelik pun ikut membantu. Kami pun sempat berdebat tentang dimana sebaiknya kelas itu berada, didalam rumah atau di taman kecil kami?
aku ingin sekali ruang kelasnya di luar, tapi kelik dengan segala argumentasinya menyarankan supaya kelasnya didalam saja…
aku pun menurutinya.
tak berapa lama, empat orang anak datang…aku pun berkenalan sebentar, namun tak lama kemudian mereka asik dengan buku-buku yang ada, sementara aku masih banyak diam mengumpulkan semua nyaliku untuk meredam rasa gugup ini.
dan berdatanglah lagi mereka..5 orang, 7, 9, 12 14…
hingga seorang ibu datang, “mbak ika, kenapa ga diluar saja?” ketika melihat ruang kami jadi penuh sesak sementara banyak anak yang semakin berdatangan
dan keliek nampaknya juga tidak punya pilihan lain, dia pun memindahkan tikar yang sudah digelar ke taman sebelah…
dan tak berapa lama, jadilah apa yang kuinginkan : sebuah taman belajar dengan 33 orang murid…waw!
hihihihi, sebenarnya ini lebih indah dari apa yang kuinginkan..semua sempurna
kecuali ketika, aku mengumpat “oh shit” dua kali waktu kakiku digigit semut hitam besar…hihihihi
maafkan mba guru yah adik-adik…:)
Entries (RSS)
waaah ika, kamu ngajar apa?
mbak guru, pokoknya siap siap yah besok ada yang ngumpulin kosakata ’shit’ buat pr nya.
hihihihihi
hwah! jadi pengen menyusup sebagai murid… penasaran kayak apa mbak guru ika mengajar….
ngajar yang kubisa ajah alia, ngajar bahasa inggris, kalo mau jadi guru juga boleh lho
hihihihi, moga2 besok lebih bisa dijaga mulutnya…
aaah bungaaa…ayo jangan menyusup sebagai murid, butuh bantuan tenaga guru nih akuuu
waaah, mbak guru keren. ada yang nanya g, shit itu artinya apa?. hihi. Aku jadi pengen ikutan belajar di taman belajar rumahsenyumpagi. ngomong-ngomong, ada snack gratisnya g? =)
untungnya ga ada, tapi ada yang sempet niruin hihihi
kamu boleh lho, nyumbang snack…
Ika! What you’re doing is awesome. x
kereeen ika. two thumbs for you:)
uhuyyy, mbak guru
top banged dah!