Mas, Mba kalo mau ngambil barang, bilang ajah dulu..ga usah pake mencuri

terimakasih

Ika dan Kelik

itulah sepotong surat singkat yang aku kirimkan buat seseorang yang baru saja mencuri tabung gas di rumahsenyumpagi

Iyah, aku dan partnerku memutuskan untuk menulis surat buat pencuri itu, stelah bingung mau berbuat apa…

terus terang aku shock waktu mendapati tabung gas 3.5 kg yang subsidi pemerintah itu (hihihihi, iyah nih mungkin memang bukan hak ku sih) enyap dari laci bawah di dapur …

hatiku berdegup keras bukan main waktu itu, maklum pengalaman pertama kemalingan…

perasaaan gelisah yang menerpa pasca kejadian pun menyerang demikian hebat,  dan waktu itu aku berencana pergi ke jogja dan bakal meninggalkan rumahsenyumpagi kosong untuk beberapa hari.. jadi tambah parah gelisahnya..

lemas diri ini.

Akhirnya tercetuslah ide untuk menulis surat kepada si pencuri…

memang kecil harapan buat si pencuri untuk membaca surat itu, tapi cara itu adalah terapi yang manjur untuk mengatasai gelisah yang berkecamuk di dada…

Terlalu muluk memang mengharapkan surat itu bisa bisa mengubah niat seseorang yang hendak mencuri. tapi tak ada salahnya dicoba…

Mungkin ini adalah salah satu konsekuensi dari punya rumah yang terbuka…

Ada beberapa kali kepikiran untuk menutup sebagian halaman rumah kami, tapi sampai saat ini, kelik dan aku belum ada niat untuk menutup dapur mungil kami, terlalu cantik untuk ditutup…:)

Dan untuk itu kami siap dengan segala konsekuensi yang ada.

Sampai kemarin, kami baru menyadari bahwa ada maling lagi yang menyambangi rumah kami…tapi kali ini yang diambil adalah makanan yang ada di dalam kulkas: permen, es krim, coke dan keju..sedangkan kompor gas, tabung gas, panci semua masih lengkap…

kami yakin bahwa kali ini pelakunya adalah anak-anak

tapi kami pun tidak bisa berbuat apa-apa dan hanya memutuskan untuk menulis surat lagi buat para pencuri…

Lain kali kalo mau mengambil makanan dan minuman minta izin dulu ya..

besok kamu mau minta makanan atau minuman apa?

balas yah,

terimakasih

Ika dan Kelik

dan kelik meninggalkan sebuah pensil agar si pencuri bisa membalasnya…

dan kami tak sabar menunggu balasan dari si pencuri….

10 Responses to “surat kedua buat pencuri”
  1. kelikwicaksono says:

    rumah terbuka, dengan segala konsekuensi nya…
    aku suka istilah itu.
    hihihihihi
    pikiran positip selalu laah…

  2. kira2 surat balasannya akan berisi begini:
    “om dan tante yang baik, kami pesan roti brownies dan es lemon tea ya. oya bapak saya yang kemarin ngambil tabung gas bilang maaf, lupa bilang kalo mau ambil. dia juga nitip, disediain anggur orang tua dan martabak kesukaannya, yang di pinggir jalan itu loh. ok, makacih…..”

    (jaman sekarang kok ngarepin orang jujur tho, ik…..) :-)

  3. positif? iyah jadi lebih mudah menikmati hidup

    hihihi mba dewi bisa ajaaah (aku ngakak baca komen mu)
    abis ga asik kalo ga ikut2an edan di jaman edan seperti ini…

  4. wahhh…kemalingan ka? emang sih reumahmu punya kemungkinan besar buat kecolongan. mudah2an enggak lagi yaaa

  5. lha, rumahnya ndak dikunci kah, mbak?

  6. senyumpagi says:

    iyah the, jadi konsekuensi kalo punya rumah dengan konsep terbuka..tapi ga pa2..
    dan saudara-saudara suratnya dibalas lhooo…hehehhee

    iyah ka, rumahku terbuka dapurnya, bisa dilihat dari samping pagar…
    ayo berkunjung ke http://www.rumahsenyumpagi.multiply.com

  7. Dibalesnya apa Ka?

  8. itu udah aku attach suratnya win…
    haaaaa, tapi yah itu dibales sama yang bantuin nyuci, bukan sama pencurinya hehehehehhe

  9. windy-dee says:

    hahahahahahaha, jd kasian ama ema, takut dituduh gitu….

  10. senyumpagi says:

    hahahaha, iyaah..
    pagi2nya aku sama kelik langsung kerumah mak ani, buat minta maaf dan menjelaskan semuanya…
    hihihi
    gara2 kurang koordinasi niih

Leave a Reply