beberapa saat yang lalu, aku merasa sangat tidak nyaman dengan tubuhku.
Perasaan yang aneh.
Aneh, karena ketidaknyamanan itu datang bukan dari tubuh ini tapi dari komentar-komentar orang asing yang sebenarnya tidak punya hak atas tubuh ini.
Bodohnya aku, aku mendengarkan mereka.
“Kayaknya dulu ga sebesar itu deh ka,” ujar seorang teman pria, mengomentari payudaraku, yang kemudian diiyakan oleh temanku yang lain, dan dia ini perempuan.
Waktu itu memang suasananya santai, aku pun menyambanginya dengan candaan, membalasnya dengan ucapan bahwa ini semata-mata hasil karya sang maha suami.
Aku pun menganggap candaan itu lepas lalu, tapi kemudian menceritakan kembali kepada suamiku dan teman-teman dekatku.
Beberapa waktu setelahnya, aku pun akhirnya menyadari bahwa sebenarnya aku merasa terganggu dengan hal ini. Suatu pagi sehabis mandi, aku kemudian berdiri di depan kaca, dan melihat bentuk payudaraku, memperhatikan dengan seksama. apa benar bertambah besar?
Mmm, aneh! karena aku merasa ukuran BH ku ga pernah berubah, yah segini-gini ajah..
Besoknya, aku dengan bodohnya, untuk pertama kali hidupku, merasa sangat tidak nyaman dengan tubuhku…dan merasa harus menutup badan ini dengan semacam rompi, untuk menutupi kaosku yang kelewat rendah dan tipis…
Aku, tubuhku dan omongan orang lain.
aku pun berpikir tentang perempuan-perempuan lain yang tubuhnya digugat oleh makhluk-makhluk asing yang dengan santainya mengomentari tubuh ini, seolah-olah mereka punya hak bilang, “toket lo kekecilan”, atau “toket loe kegedean”, “pinggang loe super geda sih”, “busyet deh kaki loe”, “itu muka kok mata semua” “alamak pantatnya..”
Jangan dengarkan mereka. tutup kuping!
Ini tubuhku, aku berhak atasnya, jangan ganggu aku dengan komentar-komentarmu. dan alasan aku menulis ini pun karena aku ingin mengambil lagi hak ku atas tubuh in.
seharusnya aku yang menentukan nyaman tubuh ini
bukan mereka
bukan perusahaan-perusahan kosmestik (monyet, aku sebel banget sama iklan ponds yang seolah-olah menihilkan keberadaan perempuan berkulit hitam),
bukan ahli-ahli kecantikan
bukan dokter
bukan agama
bukan kamu
Entries (RSS)
hamil ya ka? wah, selamat ye
hihihi, belum windy..terimakasih lho buat doanya…
setubuuuhhhh…
cuekin aja….daripada pusing dengerin…
santai aja Bu…
anda baru payudara yang dikomentarin….lha aku all over my body
lha suami aja ga komentar kok,yang lain ribut banget..yang penting kan servisnya,hehehehe..
hmm.. sebagai perempuan beraliran triplek: depan rata, belakang rata, saya mah nyaman-nyaman saja dengan tubuh ini, meskipun kadang pengen ngegendutin dikit ;p
huahahahha…mamadamian lucu banget sih..aku sudah lama tidak mendengar kata :yang penting servis nya…hehehhe
hayu, merasa cukup itu susah yaaah…