Archive for February, 2009

Selasa malam itu, aku memilih naik bis untuk pulang kerumah

meski badan capek, karena liputan di dua tempat yang mengharuskanku untuk berada di tempat liputan hingga malam, aku tetap nekat melintasi trotoar jendral sudirman, berjalan dari FX ke halte sebrang ratu plaza untuk menunggu bis 44 menuju ciledug…

iyah, aku memutuskan untuk menginap dirumah ibuku malam itu, karena ada barang yang harus kuambil, sebuah kado buat adikku yang berulangtahun di negeri seberang..

entah apa yang terjadi padaku malam itu, aku sepertinya sedang rindu menikmati kesendirian didalam bus kota ditengah-tengah banyak orang asing…

memperhatikan orang yang naik dan turun, pedagang-pedagang yang berlalu-lalang menjajakan dari tisu, jepet rambut, gantungan kunci, stiker anak, buku, majalah hingga pisau tajam istimewa…

iyah, aku merindukan kejutan-kejutan yang kudapat ketika berkendara umum.

aku pernah bilang dengan temanku dari Jerman, yang terkenal dengan ketepatan waktu mereka, bahwa lalu lintas disini tidak pernah terduga, itu kenapa orang Indonesia tidak pernah tepat waktu (hihihihi, alasan yah alasan..tapi dia akhirnya mengakuinya ketika dia datang kesini)

dan waktu itu kejutan yang ada buatku adalah pengamen yang penampilannya luar biasa dan berhasil membuatku bahagia malam itu, melenyapkan semua penat di punggung ini.

waktu aku masuk, dia sedang menyanyikan lalu pertamanya Hello yang dipopulerkan oleh Lionel Richie..

aku mendengarnya sambil lalu, tidak begitu special suaranya…tapi aku suka, dan yang membuatku jadi lebih memperhatikannya adalah pelafalan inggrisnya nyaris sempurna, kemampuan yang jarang kutemui di pengamen-pengamen jalanan

Pasti anak kuliahan, pikirku waktu itu, aku ingin menoleh melihatnya, karena waktu itu aku duduk paling depan…ugh, tapi aku malu…

biarlah kunikmati suaramu dari sini, kuputuskan begitu

beranjak ke lagu kedua, dia pun memberikan sebuah intro..dan hebatnya dia selalu memberikan sedikit sejarah tentang lalu-lagu yang dimainkannya…mmm, berarti kemampuan musiknya bukan sembarangan..

untuk lagu kedua, dia memilih the best i ever had nya vertical horizon…

huaaah, aku hampir bersorak kegirangan waktu itu…sudah lama sekali tidak kudengar lagu itu, lagu hits jaman SMA…dan jadilah aku berkaraoke setengah suara, mengikuti mas pengamen melantunkan lagunya…

setelah lagu selesai, seperti dalam sebuah konser musik dimana penontonnya selalu minta si artis memberi bonus lagu di akhir penampilannya, aku pun diam-diam berharap: satu lagu lagi dong

dan dia menjawab doaku, lagu terakhir adalah lagu Unchained Melody, theme song Ghost…

dan wuaaaaaaaaaaaaah, itu adalah theme songku hari itu, sebelumnya aku menyanyikan lagu itu berulang-ulang di sebuah restoran sambil menunggu pers konferens yang belum mulai-mulai…

aaah, semesta semoga ini bukan kebetulan semata…

dan begitu dirimu menutup penampilanmu, kamu mengatakan hal-hal yang kuingat lekat-lekat di memoriku: berbuatlah hal-hal yang terbaik dalam hidupmu…oooooh

lalu tiba-tiba saja kamu sudah ada di sampingku menawarkan sebuah kantong putih, yang kuisi segera dengan malu-malu…

dan zeeeeep..tiba-tiba saja kamu berada duduk di sampingku, sibuk dengan gitarmu, berusaha membereskannya dan memasukkannya dalam kantong gitar yang kau bawa…

aku pun diam-diam mencuri pandang sesekali kepadamu…

kamu pun menyita pikiranku beberapa sesaat, hingga metro mini didepan berhenti dan kemudia mengoper penumpangnya kebis ku…

begitu penumpang-penumpang operan masuk, aku pun ingin berteriak padanya, ayo menyanyi lagi mas…biar aku dengar suaramu lagi…

aaakh, tapi dirimu nampak sibuk…ber HP ria dengan entah siapa di ujung sana…

dan tiba-tiba saja sebuah lantunan lagu muncul dari belakang bis…aagh, panggungnya sudah disabotase…

dan aku tetap sesekali mencuri-curi pandang terhadap mu…sambil melihat tulisan di belakang kaos-mu “lost in friday”…

tapi ini kan selasa…

Comments 1 Comment »

pagi itu…

aku kesal sekali

pertama karena aku harus bangun pagi demi sebuah boncengan menuju kota

iyah aku masih sulit untuk bangun pagi, suasana semilir pedesaan (baca: Kampung) di sekitar rumahsenyumpagi membuatku enggan meninggalkan tempat tidur..

termasuk pagi itu.

Tapi suamiku harus mengajar pagi hari itu, dan aku tidak punya pilihan selain ikut dengannya naik suprit tersayang…

Yak, semangat!

semua berjalan sangat nyaman pada awalnya, melewati jalan perkampungan sambil menikmati angin (sering kusebut hairdryer alami karena sering kubuat untuk membantuku mengeringkan rambut sehabis keramas hihihi), melempar senyum pada tetangga-tetangga dan bahkan aku bisa menyapa tukang pecel gang depan ketika suamiku berhenti di sebuah bengkel untuk mengisi angin buat ban belakang motornya.

Petaka mulai ketika kami sampai di ujung lapangan udara pondok cabe, bahkan belum sampai ke jalan Cirendeu…mobil-mobil mulai susah bergerak, maju 10 senti 10 senti..untung kami naik motor, jadi kami bisa berjalan lebih leluasa dibanding orang-orang yang bermobil..

tapi yang namanya macet, apalagi dengan adanya sopir angkot ga punya wudel, tak punya otak, ga punya perasaan dan ga tahu malu yang melebas jalan-jalan seenaknya (*&%$#@#$*), kemampuan bergerak motor kami pun jadi terbatas…

aku pun hanya bisa mengelus dada…

tapi mungkin kesabaranku diuji-uji habisan waktu itu…

kemacetan yang biasanya hanya sampe bunderan Pondok Indah pun terus berlanjut sampe pakubuwono…

Aaaarggh…

dan tahukah rasanya berada di kerumunan mobil-mobil, yang berederet-deret puluhan kilometer…

kesel rasanya melihat setiap mobil hanya diisi satu orang, eneg melihat seorang bapak sendirian di dalam mobil superduper besar-nya..tidakkah dia bisa berbagi?

kan lumayan, kalo saja dia berbagi dengan pengemudi yang sendirian di mobil-mobil di belakangnya..satu mobilnya bisa menghemat ruang di jalan untuk 10 mobil, dan tentunya menyelamatkan lingkungan karena semakin sedikit asap yang dikeluarkan

Andai, saja kamu mau berbagi, pak..

Aaih, dan kenapa three in one coba? bukan 10 in one?

berbagi kok setengah-setengah. huh!

Comments 2 Comments »