London.
Aku berada disana selama dua minggu, ketika cuaca tidak ramah. Dingin, bahkan ketika matahari bersinar. Aneh. Di tengah-tengah kedinginan, angin yang bertiup kencang, jalan-jalan yang hiruk pikuk, malam-malam yang tak pernah lelap, aku mencoba mengenali kota ini…
Aku pun memulai mencatatkan point2nya:
1. London mungkin cantik, tapi buruk sekali sistem tanda jalannya.
yah mesti maklum juga sih, ga semua orang pinter kaan, apalagi untuk aku yang sangat bodoh masalah arah. jadi bingung sendiri. Di hari pertama kali, aku nekat jalan-jalan sendiri menyusuri tempat-tempat seru di sepanjang sungai Thames..tapi yah itu susah balik karena bingung dengan petunjuk jalan untuk menuju stasiun bawah tanah (tube) terdekat. muter-muter deh di London Brigde. dan tidak seperti kota-kota lain di Eropa, kamu harus beli peta disini..ckckckck! Tapi sudahlah nyasar di kota seindah itu menyenangkan kok! Catatan: mungkin penanda jalan yang paling seru adalah waktu aku pergi ke Tate Modern, petunjuk jalannya terbuat dari lampu jalanan yang berwarna orens. kebayang kan?
2. Kota ini ga teratur atur amat, orang bisa bebas nyebrang di jalan, tanpa harus nunggu lampu lalu lintas. Asas tahu sama tahu nampaknya berlaku juga disini, tahu saya mau lihat, situ jangan nabrak..hehehhe, sama kayak di Indonesia. Tapi kalo tube, ada tulisan lucu yang aku temui berada di tangga-tangga jalan, bunyinya: stand on the right, walk on the left…dan ini memang satu-satunya prinsip yang tertib dijalankan, karena waktu jam-jam kantor, tube jadi penuh padat dengan orang-orang, dan aturan inilah yang membantu orang-orang menyiasati waktu, yang buru2 boleh ambil jalur kiri, tapi yang santai boleh ambil jalur kanan.
3. Orang London adalah mungkin orang yang paling baik didunia ini.
mereka ramah, dan tak sungkan untuk menolong. meski terkadang kita harus memulainya dengan meminta, tapi mereka pasti ga segan-segan membantu. kupikir cerita temanku yang kuliah di Belanda, yang dibantu seorang opa-opa yang ditemui di jalanan untuk menemukan tempat kos nya itu berlebihan, tapi aku bisa membayangkan bahwa kejadian itu bisa juga terjadi di kota ini. Sewaktu ketika di tube, seorang perempuan tua memberikan tempat duduknya padaku, dan pindah ke tempat duduk yang kosong di tempat lain, dan membiarkan aku duduk dekat dengan teman-temanku. Belum lagi ketika jalan-jalan puter-puter keliling kota, tak jarang seorang asing menawarkan bantuannya untuk mengambil foto aku bersama teman-teman. Dan orang London, atau Inggris, tipe orang yang pakewuh an sama kayak orang jawa, ga enakan orangnya..hihihihi…Mungkin aku terlalu naif. Tapi aku menikmatinya kok…
4. Masalah makanan, yang paling apa sih fish and chips bukan? Enak sih dan lumayan cocok di tapi ga setiap hari juga makan itu, disamping mahal (5-7 pounds), porsinya gede bangeeet..menu andalan sehari-hariku adalah sandwich, harganya sekitar 3 sampai 4 pounds, tapi yah itu dingin dan harus dihangatkan di microwave, tapi jarang ada toko yang menjual sandwich dan juga menyediakan microwave, jadinya makan dingin2 gitu deeh…
5. Sebelum aku kesini, aku sempet browsing tentang pasar flea market disana, dan aku menemukan Camden Market. dan suatu ketika pergilah aku kesana. Sempet kaget, karena suasananya persis kayak blok M..persis banget. barang-barang digantung di lapak-lapak, dan pedagangnya mondar-mandir merayu calon pembeli yang lewat, dan bisa nawar juga lho..hehehhehe
6. Cuaca yang tidak tertebak. Kupikir hanya Hamburg yang begitu, tapi ternyata London lebih parah…tapi yang paling aku ga tahan adalah anginnya, apalagi ketika kamu berjalan-jalan di tengah gedung-gedung tinggi, wuuuusssh..aku berpikir bahwa tidak ada payung yang mampu bertahan disini, payung yang kubawa dari Indonesia jadi buktinya, aku harus membeli yang baru disana…payung berwarna hitam yang kuidam2kan dari dulu…
dan aku sempet kecewa karena aku tidak dapat salju disana, karena temanku bilang bahwa inggris sudah turun salju di bulan oktober, pertama kalinya sejak tahun 1974..tapi sudahlah, ternyata London juga bukan kota salju, paling 2 hari dalam setahun dirinya turun salju, dan aku kurang beruntung.
Tapi suatu ketika Mane, temanku dari Armenia, mengajakku ke toko mainan di Hamley, dan disana ada salju buatan, yang tinggal dikasih air dikit, serbuk-serbuk putih itu mengembang dan jadi dingin, seperti layaknya salju…huaaaah!
7. tambahan nih
aku baru sadar kalo susah sekali menemukan tempat sampah di London, apalagi di tube, ga ada sama sekali, tapi yah tetap bersih..coba kalo di jakarta ga kebayang deeh. dampaknya adalah kalo jalan ke london, bawa tas gede, biar sekalian buat tempat sampah..hihihihi
setelah ngobrol dengan beberapa teman, ternyata ga ada tempat sampah di tube itu gara-gara peristiwa bom yang ditube,(aku lupa persisnya kapan) dan emang berkali-kali petugas di tube selalu mengingatkan calon penumpang supaya jangan meninggalkan barang2nya, kalo ga bakal diambil petugas dan dihancurkan…
8. London adalah kota kembang api, dua minggu saya disana, hampir setiap malam ada pesta kembang api, mungkin tidak seseru atau selama yang ada di ancol setiap malam minggu (katanya orang2 sih gara2 credit crunch), tapi ritualnya itu yang seru, orang berbondong2 datang ke suatu tempat, pasangan muda, anak-anak kecil dan orang tuanya, segorombolan anak muda…dan orang yang ga bisa datang ke venue, erkadang pergi ketempat yang emang bagus buat liat cahaya kembang api dari kejauhan..dan saya beruntung waktu itu karena, saya diajak seorang kenalan baru untuk melihat pesta kembang api di sebuah dataran tinggi di daerah Bermonsey, untuk melihat pesta kembang api yang ada di westminster…Cantik!

Entries (RSS)