Archive for September, 2008
Ini kenapa saya menyimpan dalam-dalam mimpiku jadi sutradara, dan banting setir mengejar cita-cita jadi penulis…
mmm, susah yah jadi sutradara, karena mereka gampang sekali mengecewakan penonton, apalagi kalau film nya itu diadaptasi dari buku, dan si penonton sudah membaca bukunya duluan
Saya memang menanam kebiasaan untuk tidak menonton film yang diadaptasi dari sebuah novel, sebelum novelnya saya baca.
Jadi, minggu kemarin saya membeli Laskar Pelangi, dan menuntaskannya dalam dua hari agar saya bisa menonton film itu minggu ini (itu juga dipotong sama usaha mengembalikan buku ke Aksara, karena buku yang pertama dibeli, ada beberapa halamannya hilang..fiuh)
Tapi beruntungnya saya, karena saya diundang ke acara penayangan perdana film itu kemarin malam…Semangat betul saya hari itu, karena akhirnya saya akan bertemu Ikal, Lintang, Mahar lebih cepat dari yang saya bayangkan…
Saya berharap banyak sama film ini, setelah puluhan film-film Indonesia yang ga mutu dan gentanyangan di bioskop-bioskop.
Dan saya tidak mau gegebah kali, Riri sudah mengecewakan beberapa waktu yang lalu dengan Tiga Hari Untuk Selamanya. Saya simpan harapan itu baik-baik, tidak terlalu banyak berharap, kecuali untuk beberapa hal, hihihi…semoga dirinya tidak mengecewakan saya kali ini.
Dan.
Lumayan lah. Setidaknya film itu membuat air mata saya berderai-derai, menandakan kalo film itu mmm..Oke lah. saya memang punya ukuran yang aneh untuk menandakan sebuah film itu bagus atau enggak, adalah dengan melihat apakah film itu membuat saya menangis atau enggak. Kalo ga nangis, yaah, berarti ga okey.
Tapi dibanyak hal, lagi-lagi Riri membuat saya kecewa, dan saya punya daftarnya:
(peringatan sebelumnya, ini adalah spoiler..jadi kalo ga mau tahu cerita filmnya, jangan dibaca yaaah)
1. Fiuh, saya bukan tipe orang yang menilai buku dari sampulnya. Tapi itu mungkin itu yang diam-diam saya amini selama ini. Iyah kenapa saya tidak membaca Laskar Pelangi sampe kemarin, karena yah itu, desain sampulnya yang luar biasa jelek..ckckck. dan dengan gegabahnya, Riri juga menyontek abis2an di opening filmnya. Fiuh, langsung ilfeel saya pertama kali, mencoba menata ulang ekspetasi saya
Kata suami saya, kalo bisnis film di luar itu bahkan untuk pembuatan opening dan closingfilm itu dibuat di agnecy yang beda, sehingga terkonsep dan emang keren. Tapi di sini?
2. Saya benci film yang menggunakan tokoh untuk menceritakan film. Apa bedanya sama film Sinetron, ketika tokoh Antagonis, melotot dan hidungnya kembang-kempis, terus ada back sound “Saya marah sekali, saya akan bunuh itu orang,”
Dan di film ini, selama 15 menit saya harus mendengar suara Ikal besar yang mencoba berkotbah memberikan latar belakang cerita dan menempatkan plot pada konteksnya. Fiuh, ga ada cara lain yaaah? Saya inget sekali adegan pertama There Will Be Blood, dimana Paul Thomas Anderson menggunakan adegan tanpa dialog lebih dari 15 menit, tapi, OMG..it tells everything
3. Ini sama sekali tidak bisa ditolerir, Riri gagal sama sekali menggambarkan cinta kisah Aling dan Ikal…satu alur cerita yang saya idolakan di buku itu. Di film, semuanya jadi wagu, penggambaran yang aneh, dan bagaimana usaha Ikal untuk bangkit dari patah hati, juga aneeeh. Aaah, saya enggak sukaaa…
4. Belum lagi tokoh-tokoh yang ditambahkan (dan juga dihilangkan) demi menambah konflik…
Sudahlah. setidaknya saya menangis (dan juga tertawa) semalam dan ketemu Nicotra Sapulas…aih ganteng sekali dia malam itu…uhuy!
8 Comments »
Akhirnya kena tag juga saya, dapat telak dari Bunga..huhuhu, tapi saya curang karena saya tidak menuliskannya di multiply (lha iyah lah, karena saya tidak bermain kata-kata disana, multiply cukup untuk gambar jalan-jalan sajah…) Ga pa2 kan Bunga?
Permainan ini mengharuskan yang kena tag untuk menceritakan 10 hal tentang dirinya, apa ajaah..dan yang kena tag wajib meneruskan permainan ini ke 10 orang temannya, yang juga harus melakukakan hal yang sama denganya..Pokoknya harus, kalo engga..mmm, ga tahu juga, yah buat senang-senang ajah laah, sayang untuk dilewatkaaaan..huahahhaha
Okey, saya mulai. Yang saya tahu tentang Ika Krismantari adalah:
1. Punya mata besar sekali, yang sempat membuatnya minder setengah mampus waktu kecil. Ukurannya diatas rata-rata memang, sampe dikira selalu melotot, padahal yah dari sana memang setelannya begini. Belok adalah panggilan saya dirumah, yang saya amini sampai sekarang. Tapi tidak ada yang lebih sadis dari candaan teman-teman SD (aaah, lidah-lidah mereka yang memang tahu benar bagaimana menyakiti hati) saya dipanggil mulai Mata Bakso, Mata Telor Ceplok, duh duh duh bahkan mereka pun berimprovisasi dengan menambahkan nama bapak saya dibelakangnya, Bakso Joko. Kena telak saya.
2. Suka ngupil. Menurut saya itulah nikmat dunia, setelah orgasme tentunya. Huahahaha, rasanya puas sekali, apalagi kalo sudah mendapatkan butiran-butiran hijau padat –yang kadang juga kuning dan berlendir — itu. Tidak ada yang bisa melarang saya untuk mengupil, saya melakukan dimana saja, dan kapan saja. Kalo ada yang menegor, saya hanya bisa tersenyum miris, dan kemudian melanjutkan keasikan itu, sampai para penegor itu capek sendiri.
3. Pencinta Kaki. Padahal bentuknya juga enggak bagus2 banget, tidak jenjang dengan betis yang lumayan gede. Tapi menurut saya, ini adalah anggota tubuh saya yang seksi, selain alis mata..Dan saya paling suka cekeran, Di kantor, saya kemana-mana selalu cekeran, padahal ada sendal jepit dibawah meja tergeletak dengan setia. Saya suka dinginnya lantai, bisa merasakan nyamannya.
3. Pernah menjadi pembenci laki-laki. Jangan tanya berapa kali saya pernah berantem dengan teman-teman cowok waktu SD dan SMP, waduh sering sekali. Mulai dari perang saraf yang ga ngajak ngomong mereka, sampe fisik. Meski saya harus menahan tangis dan mata berkaca-kaca, saya ladeni mereka. Saya tendang, saya cubit, saya pukul lelaki-lelaki itu yang menurut saya waktu itu makhluk bodoh yang menyusahkan, dan susah diatur. Rasanya puas waktu saya berhasil jadi ketua kelas suatu ketika, karena saya punya kuasa penuh atas makhluk2 itu, saya bebas mengejar dan memukul mereka dengan penggaris panjang, sebelum masuk kelas.
4. Persis sekali dengan bapak saya. Kata ibu, saya adalah bapak versi perempuan. Meminjam istilah Nisa, plek-ketiplek lah sama Pak Djoko Sumanto. Iyah Pak Joko yang keras kepala, galak, sukanya blak-blakan. Itulah saya. Itu mungkin kenapa saya dan bapak saya tidak pernah cocok.
5. Selalu memakai otak dalam urusan cinta. Saya pikir saya melakukannya setelah patah hati pertama kali dengan seseorang yang sangat rasional di awal tahun saya kuliah. Tapi tidak, setelah saya runut, saya melakukan sejak lama, bawaan bayi mungkin. saya inget benar pernah mencoba menulis surat cinta kepada dampaan hati saya waktu SD, bukan kata-kata rayuan nan mendayu-dayu, saya malah malah membuatkannya lima soal matematika. Dan saya ingat kata-kata pertamanya: Isilah titik-titik dibawah ini…huahahahhahahaha.
6. Disamping rasa skepisnya kepada Tuhan, saya masih rajin Renungan harian. Huah, diejek abis2an sama Odit gara-gara ini, “Ika yang baca alkitab tiap hari,” dan dia pun tertawa lepas…Monyet benar. tapi gimana dooong, Saya tidak bisa melepaskan kebiasaan ini, rasanya gimana gitu kalo ga baca…Meski saya sering protes dan skeptis sama Dia, nampaknya Bung Besar ini setia jadi sahabat saya. Lagipula, sahabat kan ga harus terus2an rukun dan bersama-sama kemana-mana kan? hihihihihi.
7. Berterimakasih kepada Jogja dan orang-orangnya, yang membuka otak dan hati saya tentang apa itu “hidup”.
8. Saya ingin sekali difoto telanjang. Suatu saat. Belum nemu fotografer yang tepat, ada sih Darwis Triadi, tapi dianya mau ga yaah? hehehhehehe
9. Saya tidak bisa ditebak, jadi kalau saya jadi anda, saya akan lompat langsung ke 9, karena yang diatas belum tentu bisa dipegang. Saya sebenarnya kesulitan menuliskan hal-hal ini, perlu dua hari untuk merumuskan 10 hal tentang diri saya, Saya percaya manusia tidak punya identitas dan sifat yang sejati, semuanya serba cair tergantung konteks. Besok saya bisa jadi Ika yang manis, pemuja laki-laki, penuh sopan santun, siapa tahu. Bisa saja kok. Makanya saya tidak suka ilmu psikologi yang menurut saya terlalu picik dan mengkotak-kotakkan orang kedalam kategori-kategori tertentu… terus kenapa saya melakukan permainan ini? kan dibilang tadi, saya tidak mudah ditebak. Itu saja.
10. Saya adalah Annisa Muharammi, Prodita Kusuma Sabarini, Maudini Vitriana, Diah Widiati Retnoningtyas, Kartika Winta, Priska Siagian, Arti Ekawati, Reva Sasistiya, Erika Widi Astuti, I Gede Eka Dwipayana, dan Kelik Wicaksono, sahabat-sahabat saya yang saya kasihi dan saya sayangi.
Dan korban selanjutnya adalah:
1. Virtri
2. Zaki
3. Arti
4. Annisa
5. Nining
6. Priska
7. Thea
8. Teresita
9. Alia Azmi
10. dan siapa ajah yang mau kena Tag…
5 Comments »
Setan Alas.
Lagi-lagi kau menipuku, dan aku hanya bisa tersenyum miris, mengakui kemenanganmu malu malu.
Okey okey, kamu menang lagi kali ini…
Aah, seharusnya aku bisa belajar dari kekalahanku yang dulu, seharusnya aku bisa lebih cerdas, bisa mencermati taktik-taktik yang kau mainkan.
Duh! Tak tahan aku melihat senyummu, senyum lebar penuh kemenangan dengan kata-kata yang terlempar dari mulutmu meneguhkan kemenanganmu.
“Kamu berubah sayang, ingat ga dulu kamu bilang kamu ga mau menikah..ah pusing aku waktu itu..tapi sekarang? dan dulu kamu enggak mau punya anak, tapi sekarang? huehehehhe..kamu berubah..”
Iyap 2-0 buat kamu, suamiku.
Dan nampaknya kamu belum bosan untuk menang. sekarang kamu mencecokiku dengan games-games komputer itu.
Permainan digital yang dulu kubenci setengah mampus, karena enggak ada gunanya dan hanya membuangku. Permainan bodoh yang membuatku memakimu, karena membuatmu tersihir didepan komputer dan mengasingkanku.
Tapi lihat aku sekarang,di laptopku sekarang ada entah 5 atau 7 permainan, bahkan sebelumnya aku sudah menyelesaikan 3 games adventure.
dan aku dapat membayangkan diriku yang mungkin saja bisa bernasib sama dengan istri temanmu, yang meneteki anaknya sambil masin PSP..hehehehhe
Arrrrrgh,iya iya iya kamu menang lagi, sayang.
Puas?
(sayangkamu)
-ikayangdiamdiammenikmatikekalahannya-
2 Comments »
Saya punya langganan supir taksi, supir taksi Kosti yang suka mangkal di depan kantor kompas…
kalo pulang malam, sedangkan suami tidak menjemput, suami saya mengajakketemuan di suatu tempat dan kami sepakat janjian di suatu tempat untuk ketemuan dan melanjutkan perjalanan ke rumahseyumpagi. Kami memilih Poin Square Lebak Bulus sebagai tempat ketemuan.
Dan dari kantor, saya naik taksi.
Supir taksi itu bernama Pak Sunaryo, asli Tegal. umurnya sekitar 40-an dan anaknya baru satu…rambutnya masih hitam dan dia setinggiku dengan tubuh yang sedang, tidak kurus dan tidak gemuk.
Dia tipe orang yang tidak bisa berhenti berbicara, selalu ngomong terus dari mulai berangkat sampai tiba tujuan.
Bicara tentang hidupnya, sekolah anaknya, kemacetan Jakarta, rencana pulang kampung, rumahnya, tentang motor tigernya, saudara-saudaranya, kakeknya, budenya, pakdenya, lalu cerita tentang teman-teman kantor saya yang juga sering naik taksinya.
Yang paling seru adalah ketika dia bicara tentang hidup.
dan saya banyak belajar darinya. Belajar merasa cukup dan tidak rakus.
terimakasih yah ak naryo, besok ketemu lagi yaaah…
2 Comments »
Saya punya sahabat lelaki, Namanya Eka.
Dia satu-satunya sahabat lelaki saya. satu-satunya? iyah sebab saya tidak mempercayai relasi pertemanan antara lelaki dan perempuan, salah satu pasti akan mengkhianatinya dengan perasaan suka yang kemudian lama-lama jadi cinta. Aaaah, tidak ada tuh namanya sahabat lelaki dalam kamus hidup saya, mmm..kecuali dia Gay.
Eka memang Gay, dia mengakuinya terang-terangan pada saya beberapa tahun lalu waktu kami masih kuliah dan Eka baru saja pulang dari Singapura untuk mengikuti fellowship singkat disana. dan saya terharu waktu itu, hampir menangis, karena dia percayakan rahasianya pada saya. Wuah rasanya seperti di tembak orang yang disuka. Hihihihi.
Ada kisah lucu waktu itu, di malam Eka mengakui dirinya Gay. Kami memang dekat sekali waktu itu, suka keluar bareng, makan bareng. Hihihi, siapa sih yang ga suka jalan bareng sama cowok yang ganteng dan cerdas. saya tidak pernah berpikir bahwa dia gay waktu itu, saya pikir waktu itu dia hanya pemilih, mencari perempuan yang benar-benar sempurna. Dan malam itu, kupikir aku lah perempuan itu, huahhahahaha…
Waktu itu dia mengajakku keluar makan untuk pertama kalinya setelah dia baru pulang dari Singapura, kupikir aku dandan lumayan cantik waktu itu, hihihihi…kami pun makan, ngobrol sana-sini..hingga akhirnya dia berhenti, dan kemudian berkata, “Ika, aku mau mengatakan sesuatu”
Waduh, ujarku dalam hati, aalamak dia mau nembak aku..dudududuu
Tapi kata-kata tidak keluar dari mulutnya, dia pegang tanganku kuat sekali.
dan dia pun menyerah, mengambil pulpen dan menuliskan sesuatu dan memberikannya padaku.
Deg deg deg deg
“Aku gay,”kertas itu saya baca.
Saya pun menatap matanya lama sekali. Saya shock (huahahha, ini bukan karena lantaran saya patah hati yah saudara-saudara). Saya pegang tangannya dan bilang, “Loe ga sendirian kok Ka,”
Dan mata kami berkaca-kaca.
Sudah lebih dari 5 tahun sejak kejadian itu. Eka sekarang sudah di U.S.. Dia bekerja setelah menyelesaikan beasiswa Fulbright nya kemarin.
Kemarin saya baru saja chatting dengan web cam dengannya, dan akhirnya saya bisa melihatnya, dia nampak kurus tapi tetap jadi Eka yang mempesona buatku.
Senang sekali punya sahabat lelaki (gay), saya bisa cerita apa saja. meski kadang pacar-sekarang-suamiku rada kurang dong dengan apa yang kami bicarakan.
Iyah kami berbicara tentang lelaki, lelaki dan lelaki. hihihi..untungnya seleranya ga sama dengan saya, jadi aman laah. Kami pun berdiskusi tentang tubuh, seks, posisi ..huahahha semuanya. Nyaman sekali ngomong dengannya.
Aaaa. Kangen kamu Eka…
3 Comments »
Senang sekali waktu temanku yang dari Jerman datang kesini. Akhirnya aku bisa menunjukkan padanya the real Indonesia..ehm ehm the real Jakarta maksudnya..
Aku bertemu Alexandra dua bulan lalu waktu aku mengikuti short course di Hamburg, dan kemarin dia datang ke Indonesia untuk mengurus kursus lainnya disini, sayangnya dia tidak bisa kemana-mana, selain Jakarta dan sekitarnya.
Malam itu aku dan Priska, temanku yang juga kursus di Hamburg, pun menemuinya. kami sudah berencana untuk mengajaknya jalan-jalan jakarta sambil menikmati jajanan seru.
Tapi apa yang seru di Jakarta?
Untuk yang pertama, kami sepakat untuk makan. Mmm..bingung juga mau makan apa nih. Seorang menyarankan makan ayam bakar gantari Blok M yang kebetulan memang dekat dengan hotelnya, tapi ajeh gile masa diajak makan makanan kaki lima, bisa mencret2 kaleee hihihi
Dan benar, waktu aku tanya diapun merasakan keberatan kalo makan dipinggir jalan. yasudlah, aku ajak dirinya ke Rumah Makan Mbah Jingkrak…huahahahhaha
bersiaplah untuk petualangan lidah, Alexandra!
Setelah memesan makanan, (ada sayur nangka, ada tempe dan tahu bacem, balado terong, ayam goreng, kering tempe dan kacang, sama oseng-oseng genjer) Alexandra pun dengan santainya minta kepada pelayan, "Is there any beer here?" hehehhe, memang benar2 Jerman sejati…yah emang ga ada laah…
Dia pun melahapnya, pake tangan saudara-saudara..karena merasa berkeharusan waktu melihat Priska dan aku makan dengan tangan…hehehhehe
Iyah..memang kami rada2 barbar makannya, apalagi aku yang memesan Ayam Setan Mbah Jingkrak yang pueedeees banget itu…
Tapi disamping kebarbaran bangsa Indonesia..ehm ehm orang Jakarta, Alexandra merasa terheran-heran melihat kebiasaan kami, dia menyebutnya the Asian girls, (karena waktu itu hanya ada empat peserta dari Southeast Asian). Dia heran dengan kebiasaan kami yang males jalan kaki…hihihi, tapi emang keterlaluan waktu itu, dari hotel ambhara yang dekat terminal Blok M, kami naik taksi ke daerah Bulungan, yang jaraknya hanya sekitar 400 m..hihihi tapi siapa tahan sih dengan polusi Blok M yang memang kotor itu, bersaing dengan metro mini dan bis bis PPD..gak deh gak malam itu, apalagi untuk tamu istimewa kami…
Di dalam taksi, Alexandra menanyakan kepada kami, kalo di jakarta itu ada "traditional living place" ga? Priska yang diajak ngomong pun bingung, lalu bertanya padaku. dan aku tambah bingung. Dia pun menjelaskan yang seperti di Beijing itu. Iyah aku tahu memang di Beijing ada pemukiman2 tradisional yang sengaja dirawat demi melestarikan kebudayaan leluhir,namanya Hutong. Dan di Jakarta? "What we have slumps," aku dengan spontannya merespon…hehhehe Abis apa dong. Akhirnya aku nyaranin dia ke Kota, tapi apakah itu juga traditional?
mmm…
Sesampainya di tujuan, Mall Senayan City, Alexandra pun terheran-heran karena mall itu besaaaaar sekali. hehehhe, emang iyah..dan kami punya banyak di kota ini. Tentu dengan miris, kami mengatakan itu. Sebab, Jerman yang negara maju itu mall nya kecil-kecil dan ga banyak2 amat.
Begitu masuk senayan city, dia pun langsung kaget, karena menurutnya besaaaar sekali…tapi dia pun tak menolak ketika aku menawari memotret dirinya dengan background mall…yah abis mau foto di mana lagi yah? mall emang satu-satunya yang menarik dikunjungi mungkin di kota ini
Yang mungkin tidak dilupakan Alexandra adalah bagaimana Orang jakarta begitu berani di Jalanan. kami tidak perlu zebra cross, tidak perlu lampu lalu lintas, tidak perlu petugas lalu lintas. yah nyebrang ajah dimana ajah kamu mau dan kamu suka.
"Pegang tanganku Alexandra," aku pun berkata padanya ketika dia nampak ketakutan.
5 Comments »
|