Archive for July, 2008

Pertanyaan klasik yang selalu ditujukan ke perempuan yang baru menikah, ‘kapan punya anak?’

dan untungnya suamiku punya jawaban lucu yang sering aku kopi paste, ‘bikin enak dulu, bikin anaknya ntar!’ hehehehehehe…

tapi jawaban itu tidak bisa diberikan ke semua orang, yah ga mungkin aku bilang itu sama bude atau mbahku…(hehehe bisa sih..terus dibales sama pelolotan tajam)

dan beberapa bulan ini aku mencoba menjawabnya

Aku akan punya anak…

bukan karena mengikuti masyarakat yang mengharuskan perempuan harus punya anak sehabis menikah, untuk mengukuhkan dirinya sebagai perempuan sejati (hayaah)
bukan karena alasan romantis picisan, demi membahagiakan suami dan mengikatnya seumur hidup dengan punya anak (huah kebanyakan nonton telenovela nih)
bukan karena kebodohan yang bodoh, misalnya lupa memakai kondom atau melakukan seks dimasa subur
bukan karena bosan dengan desakan orang-orang keluarga, teman
bukan untuk menjalankan perintah Tuhan untuk beranak cuculah (apalagi ini)
bukan karena kami sudah bosan berdua, dan butuh ‘mainan baru’ (beberapa teman suamiku melakukannya)
bukan karena ibuku bapakku atau bapak dan ibu kelik menginginkannya
bukan juga karena kelik menginginkannya

aku akan punya anak
ketika aku menginginkannya

boleh kan?

Comments No Comments »

Alanis_small
If you want something, the universe will conspire to help you..

Yups, saya percaya itu.

Meskipun saya harus menunggu 14 tahun dan terbang selama kurang lebih 14 jam untuk mendapatkannya.

A night with the Alanis Morissette, WUAAAAAAAAAAAAAAAAAAAH!

akhirnya saya menonton konsernya di Hamburg. Dan ini bukan sekadar kebetulan lho!

saya gagal menemuinya ketika dia datang ke Indonesia 14 tahun yang lalu, karena saya masih smp dan dianggap terlalu kecil, lagian orang tuaku mana mau membayar tiket yang waktu itu lumayan mahal.

Rencana konsernya di Indonesia tahun 2004 pun berbuntut kekecewaaan, karena dia tidak jadi datang oleh sebuah alasan yang membuat ku sangat sebal. Dia kuatir sama keamanan di Indonesia. Huuh, masa kalah saya boyzone sih yang bolak-balik konser disini.

Dan saya percaya bahwa semalam lah saatnya saat semesta membantu saya mewujudkan keinginan saya untuk bertemu dengannya.

Setelah perjuangan itu, untuk mendapatkan izin dari panitia acara, buru-buru ngejar kereta dan ngantri dua jam karena tiba-tiba venuenya diubah.

Saya sampai menangis melihatnya pertama kali. meski saya harus duduk jauh dibelakang, tapi saya masih bisa melihatnya, dia nampak terlihat lebih gemuk, uuh apakah karena habis putus itu. damn Ryan Reynolds!

Meskipun begitu, dia tetap Alanis yang sama. dengan suaranya yang khas, atraksi panggungnya, head banging dengan rambut terurai, pose nyanyinya, caranya memegang gitar.

Itu memang Alanis.

Terimakasih semesta untuk itu.

Comments 4 Comments »