Archive for April, 2008

saya sudah tidak menonton tv kurang lebih dua minggu. bukan maksud apa-apa, bukan sok atau tiba-tiba jadi kelompok anti TV garis keras..alasanya cuma satu, saya gak punya TV.

temannya saya tercengang begitu saya bilang saya belum punya tv, mata nya membelalak lebar sambil kemudian memegang bahu saya menatap saya sambil tak percaya, "beneran loe Ka?"

iyaah, sebelumnya saya kasih tahu dia kalau saya juga belum punya kulkas, tapi nampaknya itu hal yang biasa buatnya, pasangan baru, belum punya kulkas sih biasa, tapi belum punya tv?

Hihihi..kayaknya itu juga yang menjadi alasan kenapa ibu, adik-adik dan saudara-saudara saya jadi jarang menginap dirumah saya. karena sepi. dan hiburan satu-satunya hanyalah kartu Uno!..hehehehe

mmm…tapi bersiaplah kecewa karena, saya tidak akan membeli tv sampai saya punya cukup duit banyak untuk beli TV plasma 36 inci dengan saluran tv kabelnya dan home theater dan juga Wii dooong…hehehehe…mimpi deh Ka…

Gak bukan itu alasan saya tidak beli tv atau tidak punya tv. saya sudah terlanjur poatah hati dengan tontonan tv di Indonesia.

Terakhir yang saya tonton adalah acara gosip, yang kalo orang menontonnya dari pagi sampai malam, pasti bisa bikin perut muntah. semuanya diulang-ulang, gambarnya, ceritanya, sudut pengambilan gambar……. HUEEEEEEK. dan saya hanya bisa menyebut nama Tuhan.

Saya sebenarnya juga bukan yang anti banget sama TV, saya percaya TV adalah medium yang paling kuat untuk mempengaruhi persepsi (tapi saya juga percaya kalo penonton adalah yang maha kuasa, si pemegang remote control)

Saya ingat saya pertama kali terpesona dengan TV adalah waktu bapak membelikan kami TV berwarna,mmm..waktu itu girang  banget karena dengan senang saya bisa menonton RCTI, satu2nya saluran TV swasta pertama yang punya acara2 keren selain dunia dalam berita dan laporan khususnya pak harmoko. Benar2 oase di padang gurun.

TV ketika itu adalah pelarian ketika abis penat belajar, film-film jagoan jam 8 malam seperti the knight Rider, airhawk, mcgyver…huaah, bener2 wajib tonton!

dan waktu itu, saya juga merasakan banyak manfaat menonton TV, terus terang saya belajar bahsa inggris pertama kali adalah dengan TV. sambil menonton Sesame Street, mencatat kosakata-kosakata yang baru di buku khusus yang saya miliki…

Dan keterpesonaan saya terhadap medium ini pun saya tumpahkan dalam skripsi  kemarin, saya  meneliti televisi, tepatnya penonton televisi…

tapi sekarang?

saya berusaha menghindari TV. menyadari bahwa satu jam didepannya adalah sama dengan membuang waktu…

lebih baik melakukan lain yang berguna.

"Gila…gw heran apa yang loe lakuin di rumah baru loe sama suami loe. TV kagak ada, kulkas juga ga ada. Loe juga jarang masak. Heran gw," ujar seorang teman…

Hiihiihihihihi….ada deh!

Comments 2 Comments »

Saya berumur 26 tahun. dan saya baru sadar kalo saya masih naif.

Jadi begini ceritanya:

suatu ketika saya diajak ketemuan makan siang dengan seorang presiden direktur perusahaan minyak luar negeri. entah kenapa, saya juga tidak tahu maksud undangannya, yang jelas dia niat sekali mengundang saya. undangan pertama saya terima waktu saya masih sakit typus, dan yah saya hiraukan begitu saja, sedang tidak ingin berurusan dengan hal-hal berbau energi ketika itu. Dengan sopan, saya katakan ke sekretarisnya kalo saya sedang sakit dan tidak mau diganggu.

Setelah beberapa lama, dan saya kembali lagi bekerja, sebuah sms masuk ketika saya sedang makan malam dengan sang suami,

ternyata sms datang dari presiden direktur itu
"Halo, Ika..sudah sembuh yah? saya sudah lihat beberapa tulisannya muncul di koran beberapa hari ini."

dan terlibatlah saya dalam pembicaraan basa-basi..yah demi menjaga hubungan baik antara wartawan dan nara sumbernya laaaah….

besok paginya, sekretarisnya langsung menelepon, memastikan jadwal makan siang…huh, bukan sombong, tapi jadwal wartawan mana bisa ditebak, bisa saja tiba-tiba disuruh kesini disuruh kesana…

ketika saya tanya apa maksud undangan makan siang itu, mba nur, sang sekretaris itu menjawab," wah, andai saya tahu mba…"

mmm, aneh juga sih..karena setahunya jika perusahaan itu mengundang, saya pasti berhubungan dengan yang namanya mba fathia, yang saya kenal dengannya karena dia yang membantu urusan saya pergi ke Shanghai beberapa waktu itu atas undangan perusahaan yang bersangkutan.

tapi dugaan saya waktu itu, wah pasti ada berita besar nih, karena saya tahu bahwa rekan saya di Bisnis Indonesia juga diundang…ada kabar seru apa nih.

dan hari janjian makan siang itu tiba…kami diajak makan siang ke coffee shop di Grand Hyatt.
Ak dan Rudi, wartawan Bisnis Indonesia, tergopoh-gopoh lari dari tempat liputan di daerah kapten tendean untuk mengejar bapak presiden direktur yang menurut sang sekretaris sudah duduk manis di dekat jendela…

dan sampailah kami disana…

tidak ada pembicaraan penting.
semuanya hanya basi-basi.
berbicara masalah kondisi politik sekarang.
siapa nanti calon presiden.
pengganti menko boediono
pemetaan kekuatan politik menjelang kampanye presiden 2009, yang aku hanya bisa menertawakannya, karena yah aku sama sekali malas dengan hal-hal seperti itu…
hanya makan siang tanpa juntrungan, dan parahnya kami tidak dapat berita karena sang  bapak tidak mau berkomentar apapun tentang perusahaannya. Ya ampun jadi cuma makan siang nih, makan siang gratis satu jam.

Tapi itu pikirku.

dalam perjalanan pulang, Rudi bilang bahwa si bapak punya agenda, dia pengin tahu informasi yang kami ketahui  tentang peta politik  di  Indonesia. Rudi menyebutnya, antek barat, yang ingin tahu peta di Indonesia.

Pertanyaan-pertanyaannya menuju kesana, ucap Rudi, bahkan pertanyaan  terakhirnya ttg siapa pengganti menko, yang memang kandidat terkuatnya si Purnomo, mentri esdm yang sekarang. sebelum akhirnya dia buru-buru pamit untuk live-tele conference

"dan abis itu, dia pasti bertanya, siapa menteri esdm yang baru," kata Rudi dengan penuh percaya diri.


Ya ampun Ika, there no such thing as free lunch, ujarnya memelas…

Busyet. kok aku ga sadar yaah. Polos banget banget aku. Naif sekali.

begitu bertemu teman liputanku satu lagi, si Alih, yang usianya jauh lebih muda dari aku, dia pun membeberkan semua hal. kalo bapak presiden direktur itu punya hubungan sama Tanri Abeng, yang diisukan jadi menko, dan dia juga punya hubungan dekat dengan si Sofyan Djalil. Ckckckckck.

Kok saya bisa gak tahu yah?

menyadari itu, saya hanya bisa tersenyum lebar. iyah,  saya memang naif, tapi saya bahagia kok…

Comments No Comments »

Saya baru saja membaca baca buku Khrisnamurti oleh-oleh khusus dari pacar adikku yang kayaknya ngefans berat dengan pak Khrisnamurti

Buku yang bagus dan menarik, di dalamnya saya mendapatkan banyak hal. Begitu banyak dan kata-kata bijak dan filosofi hidup yang nampak sederhana tapi terabaikan.

Terlepas dari bacaan itu, aku mencoba mengaca pada diri sendiri, menajdi malu karena sudah 26 tahun aku hidup di dunia ini, belum ada satu pun pemikiran bijak yang bisa kuhasilkan, apalagi dikutip huahahahhahaha.

apa dalam hidup ini aku terlalu main-main, terlalu tidak peduli, terlalu asik dengan yang begitu cepat, sehingga aku terlalu pusing untuk merenung, malas mencoba merangkum apa yang sudah lewat. fiuuuh.

Yah mungkin saja. Kata suamiku mungkin aku terlalu tidak peduli. Suamiku yang hidupnya mengalir saja dan tanpa ambisi itu bahkan punya filosofi dalam hidupnya "pandung ing anugrah"..(aah, aku lupa tepatnya apa , pokoknya  artinya bersyukur atas anugrah yang diinginkan)

Lalu aku apa?

mmm..mencoba berpikir…dan berpikir

yang kuingat satu, dan ini rada konyol, tapi ini membantuku dalam beberapa hal, terlebih ketika mengatasi hal-hal sulit atau menghadapi pekerjaan yang nampaknya sulit dikerjakan.

Prinsip itu adalah: "Kalo bisa masuk pasti bisa keluar"

iyah emang rada konyol, tapi bukan jorok lho…hehehehhe. prinsip ini yang kudapat tak sengaja, ketika mencoba menguraikan pita kaset yang kusut. Yah sampai akhirnya bisa. kalo bisa dari ga kusut jadi kusut pasti bisa  untuk sebaliknya..dan prinsip ini kupegang terus, ketika misalnya mengambil sesuatu dari tempat tinggi, (kalo bisa naik keatas, pasti harus turun doong) ..yah logika ecek-ecek, tapi bener2 membantukku ketika menghadapi masalah yang terlihat sulit.

yang kedua, kukutip dari sebuah iklan tapi kumodifikasi sedikit…one thing leads to another, and it is always ended in a good thing.

Semangat, semangat dan semangat..ga perlu sedih kalo berjalan tidak sesuai rencana, just do your best because at the end you will get what you want in a better way.

mmmm, belum kepikiran yang lain…
status: s e a r c h i n g

   

Comments 4 Comments »

berita itu datang tiba, tepat tengah malam…

aku mencoba tak terbangun, berusaha menutup mata ini rapat-rapat dan kemudian kembali tidur. Tapi kau terus dan terus berbicara di telpon, mengusik rasa kantukku.

"Mbah meninggal" ujarmu seketika setelah menutup telpon

Mataku langsung melek dan hilang semua kantuk.

Aku diam. Kamu diam.

Sesaat.

Aah, mbah Basri..baru siang tadi aku memikirkanmu. sebuah bungkus permen Fisherman’s Friends berwarna kuning mengingatkanku padamu. Iyah, aku berjanji membawakanmu sekantong permen pedas itu untukmu. Aku berniat membawanya ketika aku berkunjung ke Jawa Timur nanti, membawakannya khusus untukmu, sebagai pereda serangan batuk mu yang tidak berkesudahan.

Kelik sudah cerita bahwa dirimu terkena serangan batuk parah, dan terkadang sering tidak berhenti.
Dan aku pun lumayan terkejut, ketika kamu bilang, "aah, obatnya gampang kok…tinggal ngemut permen doang"

Aah, seharusnya aku kesana, mengunjungimu kemarin ketika aku sedang di Jogja, tapi typus brengsek ini belum mau pergi juga dari tubuhku. Maafkan aku mbah, karena tidak bisa melihat tempat yang kau sebut rumah.

Katamu, suasana daerah rumahmu tidak jauh beda dengan rumahsenyumpagi aku dan Kelik. Belum banyak rumah, di sekitarnya masih banyak kebun dan tentunya nyamuk-nyamuk…uh, penasaran sekali aku ingin melihat kebun anggurmu dan juga kelambu yang kau punya di tempat tidur.

"Pasang saja kelambu di tempat tidur biar tidak ada nyamuk," katamu ketika berkunjung ke rumahsenyumpagi. Aku tak tahu kenapa kenapa dirimu waktu itu berkeras ingin datang ke Jakarta dan mengunjungi rumahsenyumpagi. Tapi aku bisa merasakan, dan dari senyummu, aku tahu kamu pasti bahagia, begitu bangga akan Kelik, cucu kesayanganmu.

Dan aku pun senang, akhirnya aku merasakan punya kakek, sosok yang selama ini tidak kutemui dalam hidupku, karena kedua mbah putriku sudah ditinggal mati oleh  mbah kakung begitu aku lahir.

Aku jadi tahu rasanya punya kakek waktu itu, melihatmu  pagi hari dengan semangat berusaha memperbaiki pompa air di rumah kami. Kamu, kelik dan om berpeluh keringat dan kotoran tanah, demi air untuk rumahsenyumpagi.

Aku senang sekali waktu itu, melihatmu bekerja, menampikkan serangan batuk yang tiba-tiba. Aku mencoba membantumu berkali-kali. Tapi kamu selalu bilang, "sudah jangan, nanti kotor," katamu.

Maaf, aku tidak bisa mengantarmu ke tempat peristirahatanmu terakhir, Mbah.

aku hanya bisa menitipkan salam lewat Kelik. Salam yang paling manis buat seorang Kakek dari cucunya.

Aku janji lain kali kita ketemu, aku akan bawakanmu permen itu. Janji.

Comments 1 Comment »