Archive for December, 2006

tanggal 20 Desember 2006, umurku 25 tahun lebih 13 hari…

dan aku belum pernah mabuk.

aku selalu penasaran sebenarnya, seperti apa sih mabuk itu (dalam hal ini yang kumaksud adalah mabuk karena minuman2 beralkohol)…

Yah, aku butuh tahu apa mabuk itu sehingga nantinya aku bisa menjelaskan kepada orang yang kusayang tentang mabuk dengan sangat rasional dan empirik tentang hal itu.

Aku tidak mau berucap, "Nak, mabuk itu tidak baik karena dilarang…"

dilarang baik itu oleh agama maupun masyarakat bukan alasan menurutku.

Aku sudah mendapat bekal jawaban buat merokok untuk anakku kelak. Karena aku bukan hanya mengetahui tapi juga merasakannya.

untuk mengetahui itu perlu mengalami. Dan aku ingin merasakan mabuk.

Bertempat di kota yang menurutku asing, teman2 baruku mengajakku berkeliling kota malam itu. Yah kupikir hanya jalan-jalan biasa berkeliling Balikpapan…mmm nyatanya aku diajak ke sebuah pub. Mmmm..my golden ticket to answer my curiousity.

Tibalah bartender dengan suguhan Jack daniel dan campuran coca-cola.
Awalnya sih aku menikmati ramuan itu, mmm tapi untuk gelas yang kedua, aku coba setengah gelas jack daniel, tanpa campuran.

Dan (sepertinya) aku mabuk…

hampir setengah bolak-balik kamar mandi…aku udah merasakan sensasi itu, yang menurutku cukup menyenangkan apalagi setelah aku melepas kacamataku…(gerlap lampu dan dentuman lagu2 yang disetel keras menjadi dunia yang jauh disana, dan aku dan sensasi mabuk itu menikmatinya di luar dengan nyaman)

Beberapa laki-laki datang berusaha menggangguku dengan tawaran minuman alkohol lainnya…dan dengan kalimat keren yang tak terpikirkan keluar dari mulutku, aku menjawab," Aku minum kalo aku ingin minum…" huaahhahahaa.

Sama ketika makhluk-makhluk itu menawariku berdansa…aku pun menolaknya, karena, "aku berdansa  jika aku ingin berdansa dan tentu saja dengan orang yang kupilih,"

Jawaban-jawaban yang keluar dari mulutku sempat membuatku bertanya, aku mabuk ga sih? kok bisa sangat aware menolak ajakan2 itu.

Pulang dari pub jam tiga waktu Balikpapan aku dapat jawaban.  "Kamu mabuk ika," Seorang teman berbisik sambil menggandeng menuntun jalanku.

Tanggal 21 Desember 2006, Umurku 25 tahun lebih 14 hari dan aku pernah mabuk:)

Comments 8 Comments »

"Kamu kalo masturbasi pake tgn kiri, y? sender 081546546528 sent 14 dec 2006 13:46:22

Duh sebuah sms tanpa nama dengan isi yang kurang ajar masuk ke inbox hape-ku…mmm, seketika darah naik ke ubun-ubun, hampir aja kupencet tombol call…
tapi…..mmm…

otakku saat itu sedang berpikir baik sepertinya, jadi kuurungkan niatku untuk mengurusi orang yang ga berharga itu, apalagi menghabiskan pulsaku untuknya huuh, ga sudi!

Tapi sumpah, aku tidak bisa menghilangkan pesan itu dari memoriku..pikiranku pun melayang-layang dan bertanya-tanya, siapa gerangan orang ini, sempat bertanya ini perempuan atau laki2 yah, tapi karena korbannya aku, aku selalu membayangkan orang jahat itu seorang laki-laki pervert yang kurang kerjaan…dan bodohnya aku sempat berpikir bahwa apa salahku hingga dapat pesan seperti itu bodoh bodoh dan bodoh…dan aku takut, ya kuakui aku takut

hingga akhirnya sebuah pesan baru masuk dari mr 0081546546528 yang isinya "maaf, td siang sy salah sms"

What? enak aja loe…dateng dan masuk seenaknya, no way man..you should pay for this..you have to pay for the insecure i felt before…

And this why im writing this blog…to get your cock a lesson…

tapi nampaknya orang-orang sepertimu banyak yah, mr…

barusan aku mendapat pesan ym dari orang yang ga kukenal berinisial dead_2000 yang berkata "do you want to see my bird?"

although i have blocked him, the same feeling captured me..i have been intimidated…and this is the second time for this week…

One of my colleagues said to me, maybe you’re just the kind of girls, who grab the attention of these pervert guys…

I just laughed ironically while repeatedly saying to my self "this is not my fault, this is  my not fault, this is not my fault……."

Arrrrrrrrrgh……..Titit-titit itu harus diberi pelajaran!!!!!

Monyet!

Comments 3 Comments »

Hidup itu harus punya misi. Setiap tindakan harus punya alasan.

Berusaha mencintaimu, adalah yang aku tetapkan sebagai misiku
sebelum memilihmu diantara dua pilihan lain yang tersedia.

Huuh, tapi ternyata tidak mudah karena kau begitu jauh dari image yang ideal.
I was disappointed at first.

Well, padahal awalnya sangat mudah ketika memilihmu diantara dua film horor lainnya Grudge 2 dan  Hantu Jeruk Purut. Iyah, memang aku penakut, tapi kupikir misiku ini bisa sebagai alasan yang cukup bagus kan kenapa akhirnya aku memilihmu.

Fiuhh, susahnya mencintaimu Mr. Bond.

Dengan tampangmu dan kepribadianmu yang cuek dan dingin, aku langsung hilang harapan.
Kamu kurang tampan nan kurang nakal. Membayangkan sosok Sean Connery dan Pierce Brosnan…
those are my Bond, pria2 uzur yang mengagumkan…

Melihatmu di lima belas menit pertama, langsung buatku tertawa begitu mendengar partnerku mengomentari bahwa dirimu bukan James Bond, tapi Van damme Bond…huahahahaha

Begitu pula waktu bertemu dengan tokoh cewek yang pertama…yup, you had failed to impress me.
Gak tahan dengan gaya sok kalem dan cuek itu…
Aku hilang harapan…

Tapi di menit2 dimana kau bertemu tokoh cewek yang kedua…ya ya ya kau mulai mempesonaku, ketika akhirnya kau memilih cinta ketimbang pekerjaan heroikmu…

aku mulai melihat dirimu ber"emosi" waktu dirimu memilih untuk mengundurkan diri dari pekerjaan dan memilih menghabiskan waktu dengan kekasihmu…

I was touched back then! You almost got me, Mr Bond.

Sebelum akhirnya tokoh cewek itu ternyata menipumu dan kamu harus kehilangan dirinya.

Sebelum akhirnya kamu memilih untuk menjadi bond yang tanpa emosi dan kemudian memburu penjahatmu dan dengan senapan besar dan kemudian berkata,: My name is Bond, James  Bond di scene terakhir

Aaaaaaaaahh, misiku gagal!

Comments 2 Comments »

Pembeli adalah Raja.

mmm…kalimat yang terdengar sangat familiar di tengah hiruk pikuk dunia konsumerisme…Yap, aku bisa melihatnya dimana-mana, di setiap pintu-pintu mall yang menulis besar-besar di spanduk warna-warni, di setiap toko-toko yang menawarkan seribu macam satu jenis pelayanan, sampai pada pedagang-pedagang kali lima dengan mantra sakti mereka "beli satu dapat dua"

Hah..tapi jangan harap hai kalian para pembeli bahwa anda-anda adalah raja jika anda membeli servis jasa angkutan kota di jakarta ini.

Karena pasti anda tidak bisa melakukan apa-apa dan mati kutu, ketika:

Supir angkot ngetem lima belas menit? dua puluh menit? atau bahkan sejam?
Supir angkot ngebut setengah mampus dengan alasan andal mereka: ngejar setoran.
Supir angkot memasukkan terus penumpang sementara anda sudah berdiri di atas satu kaki, berdesak-desakkan dengen peluh penumpang lainnya…
Supir angkot menurunkan anda di tengah jalan sementara anda belum sampai tujuan

ARrrrrrrrrrrrrgh….(dongkol dongkol dongkol)

Ayolah masa tidak ada yang bisa kita lakukan untuk mengubah keadaan ini…

Kita punya hak, kita sudah membayar mereka…tidakkah kita berhak atas sedikit yang dinamakan "pelayanan"?

Mau marah-marah? juga percuma, mau mogok enggak naik angkot? do we have other choices?

…………….mmmmmmmmmmmm……………………………….

(Tuhan berikan kekuatan pada hambaMu ini)

Comments 3 Comments »

monyet benar nih…
ternyata kemungkinan teori jarum suntik yang tersohor di dunia komunikasi itu bisa jadi benar…

huuh, ini jadi masalah karena aku sangat tidak setuju dengan teori itu, dan aku bantah abis-abisan di skripsiku…

ya iyalah, manusia kan bukan makhluk pasif yang bisa saja kemudian mengiyakan pesan-pesan yang disuntikkan oleh media…

manusia lebih kompleks, kita punya latar belakang ekonomi, politik dan sosial yang kemudian mempengaruhi pemaknaan kita terhadap sebuah pesan…

Atau jangan2 kita memang bodoh?

begitu bodohnya sehingga kita berasumsi bahwa seorang anak kecil di Bandung yang sedang "bermain-main" dengan teman-temanya bisa tewas karena meniru apa yang ditontonnya di acara smack down.

Begitu bodohnya sehingga Komisi Penyiaran Indonesia, yang setahuku terdiri dari beberapa ahli komunikasi,  pun langsung bertindak dengan meminta pihak lativi untuk segera
menghentikan tayangan ini.

Yeah…aku tidak tahu, tapi sebenarnya acara ini kan bukan hal yang baru lagi, dulu juga pernah ditayangkan.

mmm, aku dan adikku pun sering kali menirukannya di tempat tidur orang tua kami dengan bantal dan guling…

mmm..yeah, mungkin kita bodoh.

Comments 3 Comments »

Dunia Tanpa Koma (DTK), tayang setiap Sabtu malam jam 09.00 dengan sederet bintang2 terkenal: Tora Sudiro, Fauzi Baadila, Cut Mini, Wulan Guritno dan tentu saja si cantik dian sastro

yup, dian sastro invasion is here again…
dan kali ini dia mem"populer"kan dunia jurnalistik…

sudah kuduga sejak awal, ketika sinetron ini bakal tayang di televisi..bahwa dian sastro pasti bikin ulah lagi…

Dan memang terbukti.

Seorang temanku yang masih terperangkap di bangku kuliah beberapa saat yang lalu mengadu lewat yahoo messenger bahwa ada seorang adik kelasnya yang manis ingin bergabung ke media komunitas kampus UGM.

Temanku yang memang seorang kakak kelas yang baik ini pun berusaha memberi masukan tentang apa yang sebaiknya harus dilakukan adiknya yang manis itu termasuk juga memilih media yang tepat  baginya, karena ada dua pilihan , Bulaksumur  pos atau  Balairung.

Tetapi sebelum beranjak terlalu jauh, bertanyalah temanku ini," emang  kenapa pengin masuk sana?"

"Ya pengin aja biar kayak dian sastro di DTK,"

dan meledaklah tawaku seketika ketika temanku meceritakan alasan adik kelasnya ingin bergabung di dunia media.

Tapi ternyata, adik kelas yang manis itu tidak sendiri.

Ada lagi seorang temanku yang sedang menjadi dosen jurnalistik di sebuah perguruan tinggi swasta di yogya pun sekarang sedang gelisah bagaimana kemudian anak didiknya pengin banget jadi wartawan supaya bisa kayak mbak dian sastro…

huahahahaha, aku hanya bisa tertawa…sementara dia "ngomel-ngomel" mengomentari bagaimana jungkir baliknya dunia jurnalistik jadinya kalo anak-anak yang seperti itu yang akan jadi jurnalist masa depan.

tapi aku bilang pada temanku, it is not their own faults, look the media system that we got here, especially television, its completely mess and this kind of system that creates these kids.

Lagian, gw lebih optimis kok, penonton kita cukup pintar dan kritis. mereka gak bisa dibohongin lewat penampilan atau gaya dandan para presenter-presenter televisi itu.

mengutip kata mbahku, "Mbake ayu yo, tapi kok ketoke bodoh,"

HUAHAHAHAHAHAHAHAHA….

Zaki, kupikir kita seharusnya berterima kasih sama mbak dian sastro lho, buktinya dia membuat anak-anak gaul yang udelnya kelihatan itu mau melihat profesi jurnalist sebagai pekerjaan masa depan dan setidaknya loe jadi ada pekerjaan untuk ngajar mereka supaya jadi wartawan yang baik, bukan hanya cuma pengin jadi kayak dian sastro.

Comments 3 Comments »