Archive for August, 2006
tidak pernah terlintas di kepalaku, bahwa aku menjadi seorang PNS…
tidak dengan seragam itu, tidak dengan ritual jam 8 pagi sampai jam 4 sore itu, tidak dengan birokrasi itu, tidak dengan lemari-lemari besi itu, tidak dengan dokumen berdebu dan bertumpuk itu, tidak dengan kebosanan itu…
hingga suatu ketika, di balai kota DKI Jakarta, aku bersama rekan-rekan wartawanku yang sama-sama kebingungan karena sampai jam 3 sore, belum ada berita yang bisa ditulis…
dan melihatlah diriku seorang ibu melenggang lepas di depanku dengan tas plastik putih berisi barang belanjaan sambil mengapit tas kerjanya…
"Wah, enaknya jadi PNS…bisa pulang jam segini," ujarku dalam hati ketika itu.
ketika aku mengadukan pada temanku, dia pun berujar, "Kamu jadi PNS, bisa ancur negara ini…ada juga kalo kamu keterima jadi PNS, mending loe buru2 mengundurkan diri aja, daripada teman-temanmu keracunan pikiran2 mu."
Huahaahahahahahahaha….
mmm, lagian gak cuma PNS kan yang bisa pulang jam 3
2 Comments »
bagi seorang lelaki, tentu sangat gampang membuang kotoran perutnya, karena semesta ini merupakan WC bagi mereka, sama seperti prinsip para perokok yang menganggap semesta ini adalah asbak buat abu rokoknya…
"Yah, tinggal buang aja tho," ujar temanku suatu ketika.
Kembali ke masalah kakus, beruntunglah lelaki karena mereka tidak harus ke ‘belakang’, mereka hanya perlu "menghadap ke belakang" di temani rerimbunan pepohonan, tidak harus sampai membuka celananya, mereka hanya perlu menyembulkan sedikit senjata kecil mereka….Lalu: currrr dan beres!( wah, kalian pun tak harus cebok!)
dan celakalah aku, seorang perempuan yang kebelet pipis di sebuah kendaraan umum dalam perjalanan Ciledug — Pejompongan…
Uuh, merutuknya aku ketika itu, menyalahkan kenapa aku minum banyak minum air putih pagi itu, menyalahkan kenapa aku sempat tidak ke kamar mandi dulu, dan meledaklah lewat umpatan dalam hati ke abang sopir angkot yang suka sekali mengerem mendadak.
Fiuh, payahnya aku waktu itu, dengan sikap duduk yang sudah tidak keruan, keringat dingin pun mengucur deras,..situasi ini benar2 tidak kalah waktu aku ujian pendadaran waktu kuliah dulu…
Akhirnya, mobil angkot pun berhenti…
Segera saja aku melabrak seorang satpam di depan toko mobil yang belum buka…
sambil tak lupa tersenyum manis, aku pun bertanya, " Pak, boleh numpang kamar mandinya?"
and yes…
mission is accomplished…
2 Comments »
"sayang, lihat kita melakukan seperti apa yang baru lukis tadi, berbagi senja..hanya saja kali ini, kita berbagi senja dengan orang banyak lainnya disini"
"berapa orang sih yang peduli, paling hanya kamu dan aku…"
aku terdiam.

di Pakuan Express, Bogor - Jakarta…
4 Comments »
Setiap hari Senin, jam 07:00 tepat, di lapangan, dan dimulailah ritual itu…
Ada bapak-ibu terhormat di depan podium, ada murid-murid berseragam putih-putih di seberangnya, ada bendera merah-putih yang berkibar, ada sumpah, maklumat, dan janji yang berulang-ulang, ada lagu-lagu yang dinyanyikan sama liriknya, sama nadanya, ada doa-doa yang dipanjatkan, ada nasihat yang itu-itu saja dan tak bosan-bosan dilontarkan oleh orang yang sama….
fiuuuuuuuh…
Luckily, i was detached from all of that…
upacara bendera bagiku: adalah kesempatan bercengkrama dengan teman-teman sekelas dengan nuansa pemandangan luar kelas, kami bercanda, bertukar gosip, meledek teman… saat dimana aku bisa melihat dambaan hatiku yang dua tingkat di atasku, yang jarang sekali kulihat dia kulihat… moment dimana jantungku berdegub lebih cepat (selain masalah pujaan hatiku tentunya) aku juga pernah sangat giat menjadi petugas upacara, mulai dari pembawa bendera, pengerek bendera, pengerek bendera sampai jadi ajudan sang pembina upacara, yang setia berdiri di belakangnya dan cuma bisa mesem-mesem melihat temanku menggoda dari seberang…
Aku tidak pernah merasa ber-upacara bendera..tidak pernah benar-benar hadir dalam ritual itu, memaknai benar waktu bendera merah-putih dikibarkan, menghayati benar lagu-lagu kebangsaan yang dilantunkan, tidak pernah benar-benar hening dalam doa yang ditujukan pahlawan, tidak benar-benar mengamini kata-kata yang diucapkan lewat janji Sumpah Pemuda, atau di Pembukaan UUD 1945 yang dibacakan setiap minggunya…
Adakah yang salah dengan diriku?
No Comments »
apa yang kamu lakukan dengan tangan kananmu? makan, minum, menulis, berjabatan tangan, menunjuk diri di ruang kelas, memencet remote, menekan tombol, menyisir rambut, menggosok gigi…
lalu dengan tangan kirimu? cebok! dan….(tidak satupun hal lainnya yang terlintas di kepalaku)
bisakah dia juga kita gunakan untuk mengambil makan? menulis? berjabatan tangan? atau mengangkatnya tinggi-tinggi di depan umum…
tentu saja bisa!
hanya maukah kita?
"tangan kiri itu enggak sopan," kata ibuku…
aduh kasihan sekali si tangan kiri… banyak orang memperlakukannya tidak sebanding dengan yang mereka lakukan kepada tangan kanan…hanya karena, mmm karena…tidak sopan?
tapi kuharap tangan kiriku tidak merasa demikian, karena aku selalu memandangnya melihat jam tangan orens yang kupilih kusematkan dirimu…iyah kamu tidak kalah indah dan berguna seperti tangan kanan, kok!
– inspired by my left-handed friends –
6 Comments »

"Love is all a matter of timing. It’s no good meeting the right person too soon or too late…If I’d live in another time or place..my story might have had a very different ending" (Chow Mo Wan — 2046)
2 Comments »
sayang, ingat lagu ini? lagu yang sangat lucu dan genit…;) dan sekarang aku bisa menyanyikan lagu ini di depanmu, sangat dekat denganmu, sangat dekat!
Please don’t say I love you,
those words touch me much too deeply
and they make my core tremble
Don’t think you realize the effect you have over me
Please don’t look at me like that
It just makes me want to make you near me always
Please don’t kiss me so sweet
it makes me crave a thousand kisses to follow
And please don’t touch me like that
makes every other embrace seem pale and shallow
And please don’t come so close
it just makes me want to make you near me always
Please don’t bring me flowers
they only whisper the sweet things you’d say
Don’t try to understand me
your hands already know too much anyway
It just makes me want to make you near me always
And when you look in my eyes
please know my heart is in your hands
It’s nothing that I understand, but when in your arms
you have complete power over me
So be gentle if you please, ’cause
Your hands are in my hair, but my heart is in your teeth
And it makes me want to make you near me always
Your hands are in my hair, but my heart is in your teeth
And it makes me want to make you near me always
I want to be near you always
I want to be near you always
I want to be near you always
5 Comments »
"Kamu harus perlambat tempo hidupmu, coba nikmatilah setiap saatnya. Aku pun membaca blog-mu, dan kamu nampak meledak-ledak disana, kamu sepertinya marah pada kehidupan ini," ujarnya.
"Masa sih?" ujarku sambil menyeruput vanilla latteku.
"Blog mana yang kau baca? aku punya dua blog, yang satu beda dengan lainnya," jawabku…
"Bagaimana bisa? coba jelaskan padaku bagaimana kau bisa memiliki dua identitas?" tanyanya sambil kemudian menghisap rokoknya dalam-dalam.
dan kami pun berdebat tentang konsep identitas di tengah bisingnya lalu lintas Jl. Thamrin dan hilir mudiknya orang…
(betapa kangennya aku berbincang dengannya, seorang guru yang sekarang menjadi teman…you remind me of one figure in Mitch Albom’s book:Morrie… begitu mengalir pembicaraan kita hahahahaha, menyenangkan juga mengetahui bahwa kau memperhatikan diriku berkerut-kerut ketika menghadiri mata kuliah sinematografi)
Iyah, teman…teorimu terlalu mengawang-awang!
4 Comments »
Hari Senin kemarin, Koran Tempo memuat kunci soal olimpiade fisika internasional…
ya ampun!
that brings me to the old days when i was facing those numbers and formula…
YAIKKKKS!
tiba-tiba langsung merasa jijik, tahu kan yang semacam 2sincos..blabla, lambda, omega…HUAAAAAAAAAAAAAAA. God help me!
Iyah dulu aku memang tekun sekali menjawab pertanyaan-pertanyaan sulit itu, dan merasa hebat jika aku berhasil memecahkannya.
Bapakku yang tercinta pun memaksaku untuk masuk IPA, yang notabene memang terkenal bonafide di SMU 70-ku tercinta…
dan selama 1 tahun itu pun aku tersiksa…
menghitung, menghitung, menghitung, dan menghitung….
ketika selesai!
aku pun bingung, buat apa aku menyelesaikan soal ini? aku tidak merasa akan memakai angka2 itu waktu aku bekerja…
dan terbukti sekarang, aku tidak melihat kaitannnya rumus2 itu dengan teriakan editorku yang memburu tulisanku yang melebihi deadline…ataupun melihat ada hubungannya angka-angka dengan narasumber yang enggan berkomentar…
mmm…dan ketika aku (mencoba) membaca Koran Tempo itu, aku pun bingung, buat apa angka-angka untuk rakyat Indonesia..adakah bisa membuat Indonesia menjadi lebih baik, tanpa korupsi, tanpa bencana, tanpa krisis moneter?
No Comments »
|