Archive for August, 2005

menyinggung syndrom yang kuderita sejak lama…cinderella complex syndrome

penyakit akut yang belum juga sembuh, soalnya belum datang juga obatnya…tapi adakah obatnya? maksudku tentu saja benarkah ada seorang pangeran tampan berkuda putih dengan 11 mawar putih di tangannya  bakal datang menyelamatkanku…

kata Carrie Bradshaw, the really prince charming is never exist, he is only your mind…

but anyway..im still waiting…

hiks!

Comments 7 Comments »

kaget juga tadi sepanjang jalan melihat warna merah-putih…

oiya, ini kan bulan agustus sebentar lagi kita akan merayakan ulang tahun kemerdekaan negara kita tercinta (?)

oke..terus?

apakah dengan memasangnya negara ini bertambah baik?

atau hanya sekadar aksesoris belaka, atau mungkin hanya untuk mengingatkan orang-orang seperti aku yang lupa dengan ulang tahun kemerdekaan negara sendiri…

teringat suatu masa ketika masih sekolah, ketika ibu-ku harus pergi kepasar untuk membeli bendera merah putih menjelang tujuh belasan karena RT setempat mengharuskan setiap rumah dipasang bendera merah putih…aduh pikirku ketika itu, bela-belain sesuatu untuk hal yang sebenarnya enggak penting…ya keluargaku memang akhirnya berhasil memasangku, terus apa? kami hanya membiarkannya teronggok begitu saja, sampai warnanya pudar disiram hujan dan terik matahari…dan tahun depan kami membeli lagi bendera merah putih yang baru…yippi!?!

Aku sendiri baru mempertanyakan setelah perenungan di sepanjang jalan yang mulai marak dengan kemeraputihannya…lama-lama bikin eneg, disini merah putih,disana merah-putih…merah-putih yang tidak mengarti, mengada karena sebuah euforia semata yang tidak bertanggung jawab..

ada yang aneh dengan bangsa ini…

Comments 3 Comments »

malaikat, sosok yang selalu dibayangkan berbaju putih dan bersayap…

susah membayangkannya berada di kota keras ini!

tapi lewat remang-remang lampu jalan di malam hari, aku bisa melihat mereka menjelma menjadi sosok-sosok sederhana yang terabaikan…

mungkin mereka adalah mas-mas muda dalam bau keringat menusuk yang memberikan duduk dalam penuh sesak ibu kota, atau mungkin menjelma ke wujud pria tua yang menghiburmu dengan cerita-cerita hidupnya  sepanjang perjalanan pulang, atau mungkin mereka mewujud dalam sosok perempuan penjual bunga, yang ketika kau membeli setangkai bunga mereka memberimu tiga tangkai, atau mungkin lewat pengamen yang melantunkan lagu kesukaanmu di tengah penatnya pikiranmu…

lihat dengan seksama, perhatikan sekelilingmu!

di sebelahmu sekarang mungkin seorang malaikat, dan kamu pun bisa juga menjadi seorang malaikat…

tidak perlu baju putih dan sayap, cukup ketulusan hati!

Comments 1 Comment »